oleh

Tokoh Aktivis Sikapi Gonjang Ganjing Hak Angket Nurdin Abdullah

Kabartoday, Jakarta – Deklarator Proklamasi Revolusi Konstitusi yang digelar di Tugu Proklamasi, 5 Juli 2019 beberapa hari lalu di Jakarta Pusat menjadikan moment penting bersama deklarator lainnya seperti Soeripto, Ki Gendeng Pamungkas, Sri Bintang Pamungkas, Muslim Arbi, Nur Hidayat Asegaf dan lainnya.

Nur Lapong tanggapi atas Hak Angket Gubernur Sulawesi Selatan dengan bijak, bahwa sebaiknya masalah tersebut diselesaikan secara beradab khas adat Bugis Makassar yang menjunjung tinggi azas local genuine, Siri Na Pacce, Tudang Sipulung, dan Abbulo Sibatang.

“Intinya, jangan ada yang kehilangan mukalah, tapi saling menghargai untuk mencapai mufakat demi kelanjutan pembangunan SulSel secara keseluruhan dan berkelanjutan. “Kata Nur Lapong melalui pesan singkatnya, Sabtu (13/7/2019) malam.

BACA JUGA:  Rocky Gerung: Kagum Pada Pendukung Jokowi¬†

Menurutnya persoalan tersebut jangan sengaja dibuat berlarut-larut sehingga masyarakat SulSel menjadi terbelah, dan itu yang rugi semua adalah masyarakat SulSel baik yang ada di SulSel maupun di luar SulSel.

“Ambil hikmahnya saja, kasus ini bagus untuk pembelajaran politik masyarakat SulSel, tapi mesti ada juga konsensus politik demokrasi beradab yang menyertainya. “jelas Bang Nur Lapong menutup keterangannya.(hsw/red)

Komentar