oleh

Tonin Sebut Pemberian Maaf Wiranto ke Kivlan Zen Hanya Sebatas Dagelan

Pelampiasan Dendam pribadi pada akhir karier sang Jenderal Purniwirawan Kivlan Zen

Kabartoday, Jakarta – TIM Pembela Hukum (TPH) Kivlan Zen Advokat Rakyat menanggapi pemberian maaf Wiranto terhadap kliennya (kivlan zen.red) dengan dingin dan menarik simpatinya yang sempat diucapkan.

Advokat Ir. Tonin Tachta Singarimbun SH melalui komunikasi nya ke redaksi Kabartoday.co.id pada Rabu (26/6/2019) siang tadi mengatakan, setidaknya pernah lima (5) kali memiliki persoalan serius tapi terselesaikan dengan baik tanpa ada proses hukum karena kesemuanya adalah dinamika antara Senior dan Junior.

Lebih lanjut Tonin juga menyebut mantan Kastaf Kostrad Kivlan Zen ini adalah solois artinya pemain tunggak dalam istilah anak medan.

BACA JUGA:  Kunjungan Menko Luhut Panjaitan Ke Labuhanbatu, Bandara Aek Nabara Jadi Di Bangun, Boing 737 Bakal Mendarat

Tonin yang dikenal juga sebagai Ketua Umum Ormas Paska Mesima dengan serius melakukan pembelaan kliennya sebagaimana secara patut disiarkan melalui media dan surat.

“Pemberian maaf dalam hukum pidana dapat terjadi dengan dilanjutkan pencabutan laporan polisi, jadi bukan dengan penekanan proses hukum. “Ucap Tonin.

Menurut Tonin selaku kuasa hukum Kivlan Zen menilai pemberian maaf Wiranto merupakan dagelan menjelang putusan MK.

‚ÄĚKarena sudah tidak populer lagi, murah perkataan kikir dan perlakuannya terhadap Kivlan. Itu kita maknai sebenarnya tiada maaf bagimu. “Ketus Tonin.

BACA JUGA:  Kecemplung Korupsi, Mantan Kades Gondang Diperiksa Kejari Pemalang

Pemaknaan pemberian maaf telah dikritisi menjadi adanya dalang yang mengkriminalisasi warga negara dengan tangan kepolisian di dalam iklim demokrasi Indonesia. Hal ini Tonin sebut sangat merusak nilai-nilai peradaban bangsa.

Tonin juga mencontohkan adanya seorang istri Mayor Jenderal di tangkap dan ditahan karena sebuah revolver yang tidak pernah diungkapkan berpindahnya revolver ke tangan Helmi Kurniawan als Iwan dari Vivi, berikutnya, apakah ada persamaan kepemilikan revolver tersebut dengan Mayjen (Purn) Soenarko yang memiliki senjata laras panjang?

BACA JUGA:  Pentingnya Pendidikan Qur'ani di Era Disrupsi dan Post Truth

“Itukan sudah terang dan jelas mengenai Revolver, jadi memang dibuat agar ada skenario rencana pembunuhan oleh tentara disersi yang secara patut tidak memiliki record menembak. “Ungkap Tonin.

Sebelumnya dikabarkan Wiranto telah memberikan jaminan penangguhan ke Kivlan yang disampaikan kepihak kepolisian dengan memaafkan Kivlan Zen, maka penghentian penyidikan atau penagguhan penahanan harus segera dilakukan.

“Sebagai mantan Pangkostrad, maka jaminan tersebut patut diberikan Wiranto agar pemberian maaf ke Kivlan menjadi enak didengar untuk dikenang sepanjang masa, dan bukan hanya sebagai dagelan saja. “Ulas Tonin.(Op/red)

Komentar