oleh

Tower Tanpa Ijin Pancing Emosi Warga

Kabartoday.sidoarjo – Puluhan warga dusun Beciro RT 09 RW 03 Desa Jumputrejo, Kecamatan Sukodono,Kabupaten Sidoarjo, ngluruk kantor desa setempat, Rabu siang (6/11/2019). Tak hanya kaum lelaki, ibu-ibu,serta para guru taman kanak-kanak juga ikut ngluruk ke balai desa.

Pertemuan Warga Dengan Aparat Desa

 

Tidak berselang lama,  Pj Camat Sukodono dan Kepala Desa, Kapolsek Sukodono serta Babinsa menemui warga untuk berdialog.,

Poster Bentuk Protes Warga

Dalam aksinya warga tetap menolak adanya menara telekomunikasi disekitar pemukiman warga, yang sebelumnya  tidak pernah dilakukannya sosialisasi oleh pihak pemilik tower.

BACA JUGA:  Bobol Rumah Dan Maling TV Serta Uang, Roni Gol Masuk Penjara

Agung salah seorang warga kepada Kabar Today menyampaikan “ tidak ada sosialisasi  dari pihak pemilik tower kepada warga sekitar tower,  kalau pun ada, itu warga yang  memiliki hubungan saudara dengan pemilik lahan atau dengan warga tertentu yang dapat diminta persetujuannya.”

Lebih lanjut agung juga meminta kepada penjabat Desa , Forkopimka Sukodono serta pihak kecamatan untuk menghentikan kegiatan operasional tower yang diduga belum mengantongi ijin.

“Kami meminta, hari ini untuk dilakukan penghentian dan penyegelan terhadap pembangunan tower, karena hingga saat ini, kami warga RT 9 RW 3, tidak pernah diajak bertemu dan duduk bersama oleh pengembang tower, dalam proses pendiriannya,” tandasnya.

BACA JUGA:  Pertama Masuk Kerja, Sekda Kampar Gelar Open House

sementara kepala sekolah PG TK Roudhatul Anwar dalam pertemuan itu, mengaku khawatir akan dampak radiasi dari menara telekomunikasi setinggi 50 meter tersebut. Lebih lagi, lokasi berdirinya tower, dekat dengan tempat belajar anak-anak.

“Yang paling penting adalah soal kesehatan. Jika terjadi apa-apa pada warga sekitar, terutama anak-anak yang belajar, siapa yang tanggung jawab,” papar Kepala Sekolah Roudhatul Anwar.

BACA JUGA:  MALAM INI, SENI PERTUNJUKKAN REMAJA JATIM DI GELAR DI GEDUNG SERBAGUNA BOJONEGORO

Sementara itu,Kepala Desa Widarto beserta Forkopimka berjanji akan mencarikan solusi, merasa tidak puas dengan hasil musyawarah, puluhan warga melanjutkan aksinya  menuju ke lokasi tempat tower sambil memasang poster yang bertuliskan Bongkar Tower Tak Berizin.

Sampai berita ini diturunkan, warga masyarakat masih belum menerima keberadaan Tower Telekomunikasi, dan informasi pengemban yang di anggap warga berbelit belit membuat sebagian warga menjadi emosi.[] Try Agust

Komentar