oleh

Tragedi Kerusuhan 21-22 Mei Telan Korban Jiwa, Anies Sebut 6 Orang Meninggal

Kabartoday, Jakarta – Aksi Massa pendemo di depan kantor Bawaslu RI, Jl. Thamrin Jakarta sejak hari Selasa (21/5/2019) berbuntuk panjang.

Massa bertahan hingga dini hari, Rabu (22/5/2019) sehingga polisi memukul mundur massa dari berbagai arah, Sabang, HI, Petamburan tanah abang dan sekitarnya.

Bahkan chaoes massa dengan polisi juga terjadi diberbagai wilayah, Otista kampung melayu, Bekasi, dan sejumlah wilayah lainnya.

Aksi polisi satuan resmob terus menembaki kerumunan massa dengan peluru karet dan gas airmata.

Di Petamburan Tanah Abang, markas FPI juga diberondong polisi, warga yang tidak bersalah kena sasaran amukan polisi. Bahkan tadi pagi komplek asrama brimob di Petamburan dibakar massa. Insiden tersebut bermula polisi memukul massa hingga masuk perkampungan warga di Petamburan, kabarnya ada masjid di wilayah itu juga ikut kena sasaran ditembaki satuan resmob.

Akibat brutalnya polisi, memancing kemarahan warga, hingga tidak bisa dihindarkan korban berjatuhan.

Menurut data jumlah korban yang masuk ke IGD RSAL Mintohardjo ada 18 orang terkena peluru karet dan gas airmata, yakni:

BACA JUGA:  Deklarasi Dukungan Masyarakat Bugis Untuk Paslon Pilpers 02

1). M Raihan Fajri, 16th, Luka tembak kepala, meninggal dunia.

2). M Ilham, 16th, Trauma gas airmata.

3). Darmanto, 22th, Trauma peluru karet mata kanan

4). Sudiarto, 52th, Trauma peluru karet kapala.

5). Iqbal, 26th, Trauma peluru karet paha kanan.

6). Syaifuddin, 35th, Trauma peluru karet leher.

7). Ahmad Fitriansyah, Trauma peluru karet paha kanan.

8). Syahromi, 38th, Trauma peluru karet lengan kanan.

9). Ruri, Trauma peluru karet leher (tembus trakea) rawat icu.

10). Djumadil, 24th, luka peluru karet lengan kiri.

11). Rizal, 20th, trauma peluru karet punggung.

12). Tri Bayuno, luka tembak paha (kamar operasi).

13). Nanang, 59th, trauma peluru karet dada.

14). Abdul Rohim, 27th, VL tangan.

15). Marley, 21th, Luka tembak peluru karet kaki kiri.

16). Zulkifli, Luka tembak peluru karet paha kanan.

BACA JUGA:  Suta Minta Kedaulatan Rakyat Ditegakkan di Indonesia

17). Rizki, , Luka tembak peluru karet pipi kiri.

18). Zulkufli.

Dari delapan belas orang dikabarkan satu orang meninggal atas nama M Raihan Fajri (16), Luka tembak kepala dan akhirnya meninggal dunia.

Sedangkan pantauan dari RSCM dikabarkan dua orang dirawat dan satu orang sudah dipulangkan, mereka atas nama;

1). Retno Hyartuti Winduwati. Tumpang, 26 April , Perempuan, warga Karang Jati Rt 00/03 Kel Adimulyo, Kec Singosari Malang, Jatim. Dalam insiden kerusuhan tersebut korban mengalami luka kepala bagian belakang,

2). Ade Saputra, Jakarta kelahiran 6 Agustus 1993, Karyawan Swasta, warga Kp. Sanggrahan Rt 03/03 Kel Meruya Utara Kec Kembangan Jakbar. Korban mengalami luka bocor dikepala akibat terjatuh didorong.

3). Abadiat, kelahiran 27 Nov 1988, alamat tinggal Dusun II Rt 07/03 Desa Babadan Kec Cirebon Utara, Cirebon Jabar, sudah dipulangkan.

Adapun jumlah korban yang masuk RS Tarakan sampai saat ini berjumlah 73 orang, 40 orang diantaranya sudah dipulangkan, dan 32 orang masih dirawat, dikabarkan 1 orang meninggal Dunia atas Nama Adam Nooryan (17), warga jl. Sawah Lio, Jembatan Lima, Tambora (Meninggal) Pukul 05.15 Wib.

BACA JUGA:  Bakal Calon Walikota Tangsel Siti Azizah Siapkan Program Jelita

Untuk saat ini korban masih terus bertambah.

Sementara Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebut korban meninggal dunia berjumlah enam (6) orang setelah dirinya melakukan peninjauan di dua titik lokasi, yakni di Bawaslu dan di RSUD Tarakan.

Anies menyatakan sudah ada enam orang yang meninggal dunia.

“Sejauh ini ada 6 korban meninggal dunia. “Kata Anies di RSUD Tarakan, Rabu pagi (22/5/2019).

Anies menjelaskan korban meninggal dunia akibat kerusuhan semalam hingga dini hari yang dibawa ke RS Tarakan ada 2 orang (meninggal). Kemudian ada juga 1 orang meninggal di RS Pelni, 2 orang meninggal di RS Budi Kemuliaan RSCM dan 1 orang meninggal di RS AL Mintoharjo,” kata Anies di RSUD Tarakan, Rabu (22/5) pagi.(Op/red)

Komentar