oleh

TRC Indonesia Menolak Draft RUU PKS

Penulis: Op/red

Kabartoday, Jakarta – Saya selaku SEKJEN TRC INDONESIA menolak keras Draf Rancangan Undang-Undang Pencegahan Kekerasan Seksual (RUU PKS) yang sedang dibahas DPR RI saat ini. Dengan alasan, draf RUU PKS mengancam hilangnya fungsi agama, adat dan sosial budaya. Serta peran orang tua dalam mendidik anaknya.

Hal itu dikatakan Rubiansyah Sekjen TRC Indonesia saat dihubungi kabartoday.co.id, Sabtu (9/2/2019).

“Saya, menolak draf RUU PKS yang ada saat ini. Sepertinya, ini sengaja dirancang untuk melindungi kaum LGBT, memberi lampu hijau pada perbuatan zina dan merusak tatanan keluarga dan hidup berumah tangga serta memporak porandakan tatanan moralitas. “tegas Rubiansyah.

Lebih lanjut dijelaskan, sebagaimana pada pasal 7 ayat (2) RUU PKS dinyatakan bahwa Kontrol Seksual sebagaimana yang dimaksud dalam ayat (1) meliputi: pemaksaan menggunakan atau tidak menggunakan busana tertentu, maka orang tua tidak boleh mendisiplinkan anaknya berhijab untuk menutup aurat. Karena termasuk kontrol seksual dalam hal busana.

BACA JUGA:  Gathering Akbar Ojek Online 2019 : Salam Satu Aspal

Selanjutnya, frasa kontrol seksual pada pasal 5 ayat (2) huruf b yang dikategorikan kekerasan seksual, artinya mendorong setiap orang untuk bebas memilih aktivitas seksual tanpa ada kontrol dari pihak lain. Pihak yang melakukan kontrol seksual justru bisa dipidanakan. Orang tua tidak boleh melarang anak lajangnya melakukan hubungan seks bebas karena bisa terkategori kontrol sosial. Aktivitas LGBT juga terlindungi dengan frasa ini.

Begitu juga dengan kebebasan seksual semakin nampak pada pasal 7 ayat (1), yaitu adanya hak mengambil keputusan yang terbaik atas diri, tubuh dan seksualitas seseorang agar melakukan atau berbuat atau tidak berbuat. Artinya kebebasan seksual harus dilindungi. Termasuk ketika memilih seks bebas, kumpul kebo, zina dan seks menyimpang semisal LGBT.

BACA JUGA:  Bentrokan Antar FBR Tangsel Dengan Outsourcing Samudera

“Ini jelas-jelas sudah bertentangan dengan agama, dan moralitas dalam berbangsa dan bernegara yang selama ini memang rakyat/masyarakat sangat memegang teguh, bahwa Indonesia sangat mengharamkan sebuah perbuatan yang hampir menyerupai sifat dan kebiasaan binatang. Apalagi Indonesia adalah bangsa yang mayoritas muslim, dan kita sudah final bahwa Pancasila harga mati sebagai pedoman bangsa dan negara. tutur Rubiansyah.

Ditambahkannya, masih ada lagi pasal lainnya dalam RUU PKS tersebut memiliki indikasi melindungi dan melegalkan kebebasan seksual. Kalau draf RUU PKS tersebut tidak mengalami perubahan, sebagai SEKJEN TRC INDONESIA, Rubiansyah akan terus menyuarakan penolakan terhadap draf RUU PKS yang ada saat ini.

BACA JUGA:  Video Seorang Pengendara Sepeda Keliling Kampung Ini Bikin Heboh

“Saya sangat yakin, banyak dari pendukung LGBT dan kaum liberal yang mendukung dan berusaha meloloskan draf RUU PKS ini, oleh karena itu saya menghimbau kepada segenap rekan rekan di TRC INDONESIA untuk pada kontestasi PILEG 2019 agar mendukung CALEG yang pribadinya dikenal dan Partai Politik yang bersahabat dengan umat, karena masa depan bangsa dan negara ada pada kita, jadi pastikan jangan salah pilih atau menyesal 5 tahun dan rugi selamanya sebagai rakyat. “ujarnya lagi.

Komentar