oleh

Tuntut Janji Jokowi, Delapan Mahasiswa GMNI Ditangkap

Kabartoday, Jakarta, – Sebanyak delapan mahasiswa yang tergabung dalam anggota GMNI Komisariat Universitas Kristen Indonesia (GMNI UKI) ditangkap polisi saat melakukan aksi unjuk rasa membakar ban ‘Menagih Janji Jokowi-JK’ di depan kampus UKI Cawang, Jakarta Selatan, Kamis, 5/4.

Dalam sepekan dibulan April ini, mereka telah melakukan aksi unjuk rasa sebanyak tiga kali di lokasi yang sama. Para demonstran GMNI dan Mahasiswa UKI memiliki beberapa tuntutan pada pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Tuntutan mereka ialah pertama, berikan perlindungan terhadap buruh migran RI di luar negeri. Kedua, Usut Tuntas segala kasus Korupsi (BLBI, E-KTP, PLTU RIAU, Lelang Jabatan, Suap Kalapas Suka Miskin). Ketiga, Selesaikan segala kasus HAM Masa Lalu dengan jalur pengadilan.

BACA JUGA:  Pemberlakuan PSBB, FWJ Aprisiasi Top Metro dan Singgung 3 Unsur DKI Soal Bantuan

Hingga saat ini, ke delapan mahasiswa pengunjuk rasa yang ditangkap telah diamankan di Polres Metro Jakarta Timur. Mereka masih diperiksa intensif guna menentukan nasibnya.

“Masih dalam pemeriksaan. Masih kumpulkan bukti dan saksi di lapangan,” kata Ady Wibowo Kapolres Metro Jakarta Timur, Komisaris Besar Polisi, Jakarta, Sabtu (6/4) kepada awak media.

BACA JUGA:  In Memoriam Sang Aktivis GUNTUR 49, Ucok si Anak Hilang

Selain itu, Kapolsek Kramat Jati, Komisaris Polisi Nurdin AR mengatakan, jumat (5/4) kemarin polisi terpaksa membubarkan aksi karena mereka memprovokasi dengan cara membakar ban. Mengingat, jalan di area tersebut cukup ramai dilalui kendaraan sehingga aksi itu mengganggu ketertiban lalu lintas.

“Kemarin (aksi) sebelumnya polisi ada yang kena dilempar batu,” ujar Nurdin, Sabtu (6/4).

BACA JUGA:  Anak Atang Latief Pengemplang BLBI Terlibat Mafia Tanah Warung Sila I

Polisi juga menilai aksi melanggar prosedur penyampaian pendapat karena tidak meminta izin terlebih dulu.

“(Mereka) tidak ada izin. (Mereka) bakar ban di tengah jalan mengganggu ketertiban umum,” katanya lagi.(Anna)

Sumber :(Indonesiainside.id)

Komentar