oleh

Uhuiii…Tiffaney Club Bantah Langgar Prokes, Saat Sidak 7 Oknum Pajak Lagi Ajojing?

Kabartoday, Bekasi – Ridwan Kamil Gubernur Jawa Barat telah menyatakan bahwa di daerah Jawa Barat sebagai Kota yang paling patuh Protokol Kesehatan pernyataan itu disampaikan oleh Kang Emil berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh satuan gugus tugas pengamanan protokol kesehatan.

Dirinya perintahkan Polisi, TNI, dan Satpol PP yang bertugas memonitoring serta melaporkan penanganan dan pencegahan terkait protokol kesehatan di ruang publik melalui aplikasi khusus.

Ia mengatakan Kota Bekasi menjadi kota paling mematuhi aturan protokol kesehatan, ada usaha club malam di wilayah Kota Bekasi yang masih mengabaikan yang di indikasikan membuka jam operasional melebihi penetapan aturan Perda dan penegakan gugus tugas untuk pencegahan penularan Covid -19.

“Untuk kategori paling patuh pakai masker adalah masyarakat Kota Bekasi,” cuit Kang Emil dari akun Twitter @ridwankamil, Selasa 19 Januari 2021, dilansir dari PikiranRakyat Tasikmalaya.com

Tapi sayang penghargaan itu tergores ketika salah satu tempat hiburan malam yang berada di Kota Bekasi diduga kuat mengabaikan aturan dari Pemerintah Pusat khususnya Presiden Republik Indonesia Joko Widodo tentang protap protokol kesehatan khususnya Pemberlakuan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlaku di setiap daerah.

Informasi yang kami himpun, Satgas Covid 19 dari satuan Polsek Pondok Gede jajaran Polres Bekasi Kota melakukan sidak kesekian kalinya di salah satu club malam yang berada di Kecamatan Jatisampurna, informasi tersebut berdasarkan aduan dari masyarakat terkait aktifitas club yang melebihi jam operasional di masa PPKM.

“Benar kemarin malam sekitar pukul 23.30 Wib, 9 anggota Polsek Pondok Gede sidak ke lokasi karena aduan masyarakat, kita dapati 20 orang di dalamnya dengan aktifitas musik masih menyala,” kata Kompol Jimmy Siamanjutak ketika dihubungi melalui telepon seluler Jumat, (22/1/2021).

“20 orang yang di dalam, 7 orang tamu pengunjung dan 13 nya pegawai,” sambung Jimmy.

Saat di konfirmasi Owner Tiffaney Club oleh wartawan, Ia membenarkan ada sidak yang dilakukan tim satgas Covid 19 pada 21 Januari 2021 malam. Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh sejumlah awak media Satgas Covid 19 sudah melakukan sidak dua kali di Club tersebut sempat terjadi ketegangan antara tim satgas covid dengan tamu oknum pajak yang berada di dalam club tersebut.

BACA JUGA:  Hari Kedua Layanan Satpas SIM Polres Banyuwangi Diserbu 476 Pemohon

Setelah diberi peringatan oknum pajak tersebut bukannya membubarkan diri, mereka tetap melanjutkan kegiatan mereka hingga larut malam. Sehingga satgas mendatangi lagi club tersebut ke dua kalinya dan benar saja tim gugus tugas Covid menemukan masih ada aktifitas musik menyala dalam keadaan minum dan ditemani beberapa wanita.

James Lee menjelaskan, pihaknya selalu patuh anjuran pemerintah. Selama ini, Tiffaney Club selalu tutup pukul 19.00 Wib. Namun ketika kedatangan tamu oknum yang mengaku dari Pemkot hendak melakukan urusan pekerjaan, mengaku dilema meski sudah seharusnya close, oknum tersebut meminta waktu tambahan dengan alasan minuman belum habis hingga melebihi batas waktu operasional yang sudah di tetapkan oleh Pemkot Bekasi.

“Saya harap pihak Polsek tidak memihak. Biasanya jam tujuh malam kita sudah tutup, Kami serba salah karena tamu Pemkot datang ada urusan kerjaan. Pada saat itu kita sudah closing mereka meminta tambahan waktu dengan alasan minuman belum habis,” kata James Owner Club Tiffaney ketika dikonfirmasi wartawan via telepon seluler pada Jumat, (22/1/2021).

General Manager Club Tiffaney Denny juga membenarkan hal tersebut Menurutnya, 7 orang dari Dinas Pajak Pemkot Bekasi ini memiliki kedekatan dengan Club Tiffaney selain sebagai member mereka juga rekanan urusan perpajakan karena ini termasuk wilayah dari Dinas Pajak Pemkot Bekasi.

“Kebetulan masih ada 7 orang tamu, member club merupakan orang Dinas Pajak juga sih. Mereka datang pas mau closing, izin katanya ada yang mau dibicarakan, tidak ada tamu lain. Mereka ini merupakan rekanan kami, dalam entertain dan rekanan hal perpajakan,” beber Denny.

Tamu dari Dinas Pajak Pemkot ini sempat komplain saat satgas memasuki ruangan dimana mereka menikmati musik dan minum-minum ditemani beberapa wanita. “Mereka ngobrol, Kita membiarkan karena menghormati. Kita gak enak juga kan akhirnya teman-teman dari Polsek datang masuk ya kedapatan memang sudah tidak ada aktifitas, hanya duduk-duduk,” ulasnya.

Ketika dikonfirmasi awak media, Kepala UPTD Pajak dan Restribusi Daerah Wilayah Kecamatan Jatisampurna Kota Bekasi, Agustinus Prakoso, S.E, M.M di kantornya, Selasa (26/1/2021) dirinya mengaku baru mengetahui informasi tersebut dan akan segera kroscek untuk memastikan apakah benar bawahannya melakukan penyalahgunaan jabatan sehingga menyalahi protokol kesehatan, ia akan menindaklanjuti kejadian tersebut dengan melakukan konfirmasi kepada pihak Tiffaney.

BACA JUGA:  Kasus Covid-19 Meningkat, Ini Pesan Dansat Brimob Maluku

“Gak ada meeting di tempat hiburan, Ini akan saya tindak lanjuti. Pertama saya akan crosscek dulu ke orang Tiffaney jangan sampai ‘pembunuhan karakter’ bagi saya. Jangan sampai saya merasa sudah kerja bener terus saya juga kayaknya punya staf yang walaupun 24 jam, pertama saya konfirmasi ke Tiffaney akan temui pak James dan pak Denny kok bahasa itu bisa muncul (oknum Dinas Pajak, red). Kalau bahasa itu muncul sebut siapa namanya,” ucap Agus.

Jika penjelaskan pihak Club Tiffaney kepada teman-teman wartawan hanya alibi untuk menyelamatkan diri, ini jelas melecehkan institusi kedinasan. “Kalau memang mereka alibi mungkin saya merasa dicemarkan, bukan saya sendiri tapi ini institusi saya. Kalau menyangkut UPTD pajak ada dinas pajak disitu berarti saya. Saya gak mau institusi saya pun dilecehkan,” jelas Agus yang juga merupaka Satgas Covid-19.

Namun, jika terbukti oknum Dinas Pajak Pemkot Bekasi, Agus akan mengambil langkah tegas dan melaporkan nama-nama oknum tersebut ke tingkat atas sehingga mendapat sanksi administrasi.

“Kalau memang informasi ini bener, saya selaku Kepala UPTD disini secara disiplin saya akan sampaikan ke badan, bahwa ini terjadi indisipliner karena ini sifatnya pribadi di luar jam kantor kecuali dia kedapatan mabuk-mabukan, wah selesai pasti sama saya,” tegasnya.

Berdasarkan informasi yang didapatkan bahwa ke 7 oknum Dinas Pajak Pemkot Bekasi ini disinyalir sudah sejak sore hari hingga pukul 23.30 Wib, dengan alasan meeting urusan pekerjaan dimana mereka seharusnya sudah membubarkan diri sejak pukul 19.00 Wib.

Pada 21 Januari 2021 lalu Satgas Covid 19 dari Polsek Pondok Gede melakukan sidak kedua kalinya di Tiffaney Club, sempat terjadi ketegangan antara tim satgas Covid dengan oknum Dinas Pajak karena di rekam melalu kamera Handphone.

Menurut penjelasasan Owner Tiffaney bahwa ia selalu patuh dengan anjuran pemerintah. Selama ini kita selalu tutup di pukul 19.00 Wib. Namun ketika kedatangan tamu oknum yang mengaku dari Pemkot hendak melakukan meeting. James mengaku dilema meski sudah seharusnya tutup dan mereka pulang, justru meminta kelonggaran waktu dengan alasan minuman belum habis Hingga pihak Polsek datang 23.30 Wib ketempat usahanya.

BACA JUGA:  Saling Akrabkan Diri PJLP Sudin Jaksel Gelar Silaturahmi

“Hebat banget ya!” saya rasa ini akalan-akalanya mereka aja (pihak Club Tiffany, red)” asumsi saya bukan saya bela anak buah, tapi bagaimanapun anak buah gak ada yang salah,” ujarnya.

Di lansir dari beberapa Media Nasional 15 Desember 2020 lalu ketika Satgas Covid-19 3 pilar (TNI, Polri, Gugus Tugas Covid-19 Pemkot Bekasi, dan Satpol PP) Cafe Tiffaney juga sempat terjadi insiden yang tidak menyenangkan. Alih-alih mengindahkan peringatan, Satgas Covid-19 justru dikunci di dalam toilet selama 30 menit. Mendengar hal itu, Agus menilai bahwa kejadian tersebut merupakan pelecehan terhadap satgas.

“Saya kan satgas Covid-19 juga, kalau dengan regulasi yang ada artinya pimpinan tertinggi nasional sudah menyampaikan ya harus tegas. Habib Rizieq aja karena melakukan pelanggaran protokol bisa di kenakan sanksi,” tutur Agus.

“Saya terbuka, kita kerja disini. Masalah ini saya tindak lanjuti saya akan cari tau yang dimaksud oleh si Denny (GM Club Tiffaney, red) siapa, akan saya konfirmasi dan tindak lanjuti,” lanjutnya.

Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Bapenda Kota Bekasi Dra Ec. Suminah, M.M mengatakan bahwa sejauh mengenai rapat atau peretemuan menyangkut pekerjaan biasanya dilakukan di kantor. Mengenai waktu tergantung kebijakan pimpinan masing-masing. “Mengenai jam meeting, kebijakan dari pimpinan kadang hari minggu pun rapat di kantor. Breafiing atau rapat biasamya di kantor,” kata Suminah ketika di temui di Bapenda Pemkot Bekasi Senin, (25/1/2021).

Masih sambung Suminah, bahwa jika aparatur sipil negara (ASN) melakukan pelanggaran disiplin atau penyalahgunaan jabatan maka seharusnya disanksi berdasarkan PP No.53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS. Disiplin PNS adalah kesanggupan PNS untuk menaati kewajiban dan menghindari larangan yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan dan/atau peraturan kedinasan yang apabila tidak ditaati atau dilanggar dijatuhi hukuman disiplin.

“Di PP no. 53 2010 tentang Disiplin PNS bahwa pegawai yang melanggar bisa dikenakan sanksi diantaranya gaji berkala, penundaan kenaikan pangkat dan pemecatan tergantung jenis pelanggarananya dan yang melakukan penidakan adalah BKD,” pungkasnya. []TOM/RED

Komentar