oleh

UIN SUSKA Riau Memanas, Rektorat Tak Becus Urus Kampus

Kabartoday, Riau – Aliansi Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau kembali menggelar aksi jilid 2 nya 2 hari lalu. Dalam aksi tersebut ratusan mahasiswa UIN Suska tidak lagi mengenal kompromi, Rektorat dinilai telah melakukan banyak penyimpangan anggaran dan korupsi massal besar-besaran sehingga mempersempit ruang gerak mahasiswa.

Hal itu dikatakan Protokoler Aliansi Mahasiswa UIN Suska Riau, Dzulfadly Rizqi Hasibuan pada redaksi Kabartoday.co.id melalui komunikasi selullarnya, Senin (1/7/2019) dini hari.

Aksi yang mengundang sorotan publik ini menjadi satu keharusan pemerintah pusat segera mengambil sikap atas persoalan yang terjadi di rektorat UIN Suska Riau.

“Ini aksi jilid 2 kami, setelah aksi-aksi sebelumnya yang hingga kini belum adanya tanggapan dari rektorat UIN Suska Riau. “Kata Dzulfadly.

BACA JUGA:  Jalan Rusak Masyarakat Pertanyaan Kemana Dana PUPR Tersalurkan?

Dzulfadly juga menyebut pihaknya tidak pernah ditemukan dengan Rektor UIN Suska Riau, Ahmad Mujahidin, “Kalau memang rektor tidak bisa menampung dan mencari solusinya atas tuntutan kami, lebih baik mundur dari jabatan Rektor. “Tegasnya.

Dijelaskannya, aksi ini terjadi karena adanya kebijakan-kebijakan ngawur yang dikeluarkan Rektor Ahmad Mujahidin.

“Kami para mahasiswa menilai kebijalan-kebijakan tersebut telah melanggar aturan dan mematikan demokrasi. Salah satunya kebijakan memilih Presma UIN Suska Riau yang baru maen asal tunjuk saja. “Beber Dzulfadly.

Menurutnya pembungkaman terjadi di lapisan mahasiswa. Organisasi mahasiswa (Ormawa) seakan tidak diperlukan lagi bagi pihak Rektorat.

BACA JUGA:  Simpan Bahan Peladak, Warga Pesucen Kalipuro ini Digelandang Polisi

Semua aturan atau kebijakan pimpinan dirancang sedemikian teliti untuk menutup suara perlawanan dan daya kritis mahasiswa.

Hal tersebut terbukti denga diberlakukan Fakta Integritas oleh pimpinan hingga sistem pemilihan ketua lembaga mahasiswa harus diputuskan oleh pimpinan, yang mana tidak sedikitkpun mencerminkan sistem kemahasiswaan.

Video aksi tutup jalan UIN Suska Riau

Dzulfadly juga mengatakan sembilan (9) tuntutannya, tak satupun hingga detik ini masih diabaikan rektorat.

Sembilan tuntutan Aliansi Mahasiswa UIN Suska Riau meliputi:

1). Kembalikan budaya demokrasi mahasiswa UIN Suska.
2). Tuntaskan persoalan UKT yang kian mencekik mahasiswa.
3). Hapuskan Pakta Integritas sebagai syarat pengurus Ormawa.
4). Meminta layanan perpustakaan fakultas diaktifkan kembali.
5). Mengeluarkan SK kepengurusan sesuai masa bakti satu tahun sebagaimana yang tertuang dalam PENDIS.
6). Meminta transparansi anggaran mahasiswa.
7). Meningkatkan fasilitas kampus khususnya keamanan dan pembangunan fasilitas olahraga (sepakbola).
8). Menyelesaikan pembangunan masjid UIN Suska.
9). Kembalikan izin kegiatan malam khususnya di civitas Ormawa.

BACA JUGA:  Aliansi jurnalis Tangerang kecam kekerasan terhadap wartawan

Video Tuntutan Aliansi Mahasiswa UIN Suska Riau

“Kami akan terus lakukan aksi, bahkan nanti, hari Senin ini, 1 Juli 2019 kami menggelar aksi lanjutan besar-besaran dengan menggelar konferensi pers juga. “Ucapnya.

Dikabarkan Rektor Ahmad Mujahidin saat ini sedang berada di luar kota, entah dalam urusan apa.(Pjr/Op/red)

Komentar