oleh

Uskup Mandagi Terima Rekomendasi Sinode III Keuskupan Amboina

-Daerah-66 views

Kabartoday, AMBON – Setelah tujuh hari berproses, kegiatan Sinode III Keuskupan Amboina resmi ditutup Uskup Diosis Keuskupan Amboina Mgr. Petrus Canisius Mandagi,MSC. Acara penutupan ini disatukan dalam acara ibadah perayaan misa bersama, Minggu (15/9) pagi di aula Wisma Samadi Gonzalo Veloso Kawasan Kopertis Kota AmbonAmbon yang dipimpin Uskup Mandagi.

Hasil proses pelaksanaan sinode ini diserahkan Ketua Steering Committee (SC) Pastor Bernhard Rahawarin,Pr kepada Uskup Mandagi sesaat sebelum akhir perayaan ibadah misa. Rekomendasi ini merupakan hasil pembahasan dari perwakilan umat Katolik di wilayah Keuskupan Amboina yang meliputi Provinsi Maluku dan Maluku UtaraUtara yang kemudian dimatangkan oleh tim perumus.

Setelah menerima rekomendasi hasil Sinode III ini, Uskup Mandagi menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada peserta Sinode III Keuskupan Amboina, atas kerja keras dan upaya yang telah dilakukan selama sepekan.

BACA JUGA:  Pengendara Motor Tewas di Underpass Tol JORR Bintara

“Terima kasih, terima kasih dan terima kasih banyak. Ini hasil kerja keras umat Keuskupan Amboina, yang meliputi Maluku dan Maluku Utara,” ungkap Uskup Mandagi.

Pemimpin Umat Katolik di dua provinsi “sekandung” ini jelaskan hasil Sinode III Keuskupan Amboina tentunya tidak disimpan sebagai sebuah catatan sejarah, tapi sebaliknya akan di implementasikan dan dibuktinyatakan, sehingga Sinode ini sungguh-sungguh menjadi alat dan sarana gereja katolik, dalam mencapai tujuan yakni gereja yang sejati.

BACA JUGA:  Biduan Brimob Maluku Semarakan Ibadah di GPIB Maranatha Jakpus

Menurutnya, implementasi hasil Sinode III Keuskupan Amboina sesuai rencana akan dilaksanakan pada tanggal 3 November 2019 mendatang, bertepatan dengan peringatan Santo Fransiscus Xaverius.

“Hasil Sinode III Keuskupan Amboina yang diperoleh ini bukan karena kekuatan dan kepintaran yang dimiliki manusia, melainkan adanya kekuatan Roh Kudus yang bekerja melalui Sinode. Dengan kata lain, menjadi gereja yang mandiri dan dewasa, harus kuat dalam hal kononia, pengelolaan tata gereja dan hadirnya para imam dan biarawan, biarawati,” tandasnya.

BACA JUGA:  Lima Pelaku Pesta Narkoba di Asrama Polisi Ambon Jadi Tersangka

Namun di sisi lain, terang Uskup yang tiga hari lagi akan merayakan pesta episkopal yaitu 25 tahun pentahbisan sebagai uskup bahwa ada syarat gereja yang harus dilaksanakan umat yakni mewartakan pertobatan melalui pembaharuan diri.

Untuk itu pada kesempatan tersebut Mandagi mengajak seluruh umat katolik di Maluku dan Maluku Utara untuk selalu mendengar dan mengikuti ajaran Yesus sebagai juru selamat yaitu dengan jalan bertobat. “Karena dengan pertobatan kita bisa mencapai gereja yang sejati,” pungkas Mandagi. (MAL)

Komentar