oleh

UU Sistem Peradilan Anak Tidak Bisa Diganggu Gugat Dalam Kasus Audrey

Kabartoday, Kalbar – Kasus yang menimpa AU siswi SMP yang dikeroyok beberapa waktu lalu, mendapatkan sorotan dari berbagai kalangan dan menjadi trading topik secara nasional dan internasional. Bahkan Presiden Joko Widodo angkat bicara dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Susana Yembise juga mengunjungi AU di Pontianak.

“Semua pihak tidak boleh gegabah dalam menangani kasus AU (14), siswi SMP yang diduga dianiaya sejumlah siswi SMA. “katanya.

Ia meminta semua pihak harus benar-benar memahami penyebab anak-anak ini melakukan tindak penganiayaan. Hal itu dilakukan agar para diduga pelaku tersebut juga bisa mendapatkan penanganan yang tepat, tentunya mengacu pada Peradilan Pidana Anak.

BACA JUGA:  Publik Bicara Soal Website KPU Penghitungan Suara Tidak Sesuai C1

“Saya sudah ingatkan pada Kejari Pontianak, agar penyelesaian kasus tersebut dengan UU No 35/2014 atas perubahan UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak, ”kata Yohana Susana Yambise.

Yohana mengaku datang ke Pontianak untuk melihat langsung penyelesaikan kasus yang menghebohkan nasional dan dunia internasional, dan kemudian melakukan pertemuan dengan Wali Kota Pontianak, Kapolresta Pontianak, KPPAD, Kejaksaan hingga stakeholder lainnya.

BACA JUGA:  Brimob - Warga Sipil Baku Tembak di Seram Barat, Satu Tewas Dua Luka

Kemudian ia juga bertemu para pelaku dan saksi yang dibawa ke Kantor Wali Kota Pontianak. “Saya sudah ketemu tiga tersangka dan kita para menteri semua, para pejabat termasuk masyarakat dan media, “UU Sistem Peradilan Anak tidak Bisa Diganggu Gugat dalam Kasus Audrey.

Lebih lanjut kata Yohana, dalam UU Perlindungan Anak tersebut pasti akan ada upaya diversi (pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana) dan mediasi karena dalam UU Perlindungan Anak, yang hukumannya di bawah tujuh tahun sudah pasti dilakukan diversi dan mediasi.

BACA JUGA:  KKPB Desak Kapolri Keluarkan Surat Perintah Autopsi Korban KPPS

“Dari hasil pertemuan tadi, para tersangka bukan termasuk anak-anak yang nakal dan hanya terpengaruh sesama teman sehingga bisa melakukan itu. “pungkasnya.(Gun)

Komentar