oleh

Video Viral 29 detik, Deklarasi Apdesi Kab Sukabumi Tuai Kecaman

KabarToday, JAKARTA – Beredarnya video viral di Media Sosial dan group WhatsApp di kalangan Wartawan dan LSM yang berdurasi 29 detik sekitar pukul 10.05 WIB terkait “Deklarasi Anggota Apdesi dan Kepala Desa” yang terindikasi menciderai demokrasi, video tersebut menuai kecaman dari segala kalangan khususnya dari Asrul Harahap Direktur Penindakan LI TPK(Lembaga Investigasi Tindak Pidana Korupsi) yang berkantor di Jalan Masjid No.40 Duren Sawit, Jakarta Timur

apa sie yang membuat para kades ingin melawan LSM dan Media? bukankah kehadiran para LSM atau Media itu menunjang kualitas pekerjaan yang ada, harusnya mengedepankan transparansi dalam pengelolaan dana desa yang masuk dari pemerintah pusat, baik itu dana desa maupun rutilahu mari kita duduk bersama soal alokasi anggaran dana yang masuk ke pemerintahan desa,” ucapnya kepada kabartoday.co.id Rabu, (24/11/2020).

Saya yakin tidak semuanya para Kades yang di Kabupaten Sukabumi bersih dalam menjalankan roda pemerintahan, mari kita buktikan bersama, sangat keliru kalau para kades menantang LSM maupun Media, Dasarnya apa…? Kita akan kaji dan langkah-langkah hukum dalam video tersebut,”sambungnya.

BACA JUGA:  PT KAI Lebih Profesional Dibanding KPU dan Bawaslu

Viralnya video deklarasi Anggota Apdesi beserta Kepala Desa di gedung DPMD( Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) jalan Bhayangkara KM1 Desa Citepus, Kecamatan Sukabumi Regency, Jawa barat berisi,

“Yang tergabung dalam Apdesi Kabupaten Sukabumi menyatakan melawan LSM dan Media yang selalu mengobok-obok kepala desa, Medeka…merdeka, Allahuakbar…Allahuakbar terima kasih,” ucap dalam video tersebut.

BACA JUGA:  Kodim 0503/JB Amankan Wilayah di Hari Libur

Di tempat terpisah Fery Shang Wakil Humas 2 FWJ(Forum Wartawan Jakarta) ketika di konfirmasi melalui pesan WhatsApp,
” Saya menyayangkan amnesti yang di lontarkan Apdesi dan Kepala Desa Sukabumi dalam video tersebut karena media sebagai kontrol sosial untuk menyampaikan anggara-anggaran desa kepada masyarakat khusunya Sukabumi,” ucap Ferry Shang.

Langkah awal kita akan layangkan somasi ke Apdesi Kabupaten Sukabumi dan menyurati Bupati dan Gubernur Jawa barat,” tutupnya. (tom) 

Komentar

News Feed