oleh

Virus Corona di Wuhan, dan Fakta Dalil Quran Maupun Hadist

Penulis: Oleh Von Edison Alouisci

Kabartoday, Jakarta – Virus Corona muncul di wuhan china menjadi sorotan khusus dunia internasional Wabah satu ini mampu menyebar begitu cepat dan menyerang sistem kekebalan tubuh khususnya sistem pernapasan.

Virus Corona adalah Virus yang mulanya terdapat pada hewan, tetapi dapat menyerang manusia.

FAKTA BAHWA DI WUHAN TENYATA PUSAT SEAFOOD HEWAN EKTRIM SUMBER CORONA

Pasar Seafood Huanan terletak di Wuhan yang merupakan provinsi dari Hubei. Memiliki luas lebih dari 50.000 meter persegi,

Dikutip dari Alvinology, Kamis, 30 Januari 2020, Pasar Seafood Huanan telah berdiri sejak 15 tahun lamanya. Dulunya, pasar ini hanya memiliki 400 kios. Kini, jumlahnya bertambah menjadi 1.000 kios.

bagian Barat pasar, pengunjung akan melihat area yang menjajakan hewan-hewan ekstem yang jumlahnya mencapai 112 jenis. Beberapa di antaranya ialah kelelawar, serigala, anjing, katak, ular, tikus, babi, musang, rubah, landak, koala, buaya, dan salamander.

Dalam quran sudah di jelaskan bahwa hal yang haram dilarang untuk dimakan.

وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ ) الأعراف/157

“Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk.” (QS. Al A’raaf: 157).

Tetapi pada kenyataan yang terjadi di wuhan justru memakan segala jenis hewan termasuk katak dan kelelawar yang di haramkan.

Menurut analisa ahli salah satu penyebab virus corona adalah katak dan kelelawar selain ular. Larangan memakan kedua jenis hewan ini tercantum dalam byk dalil sahih diantaranya sebagai berikut :

لَا تَقْتُلُوا الضَّفَادِعَ فَإِنَّ نَقِيقَهَا تَسْبِيحٌ , وَلَا تَقْتُلُوا الْخُفَّاشَ فَإِنَّهُ لَمَّا خَرِبَ بَيْتُ الْمَقْدِسِ قَالَ: يَا رَبِّ سَلِّطْنِي عَلَى الْبَحْرِ حَتَّى أُغْرِقَهُمْ

BACA JUGA:  Mr. Kan Sebut Direktur BUMN Krakatau Steel Gelap Mata Keruk Uang Negara

Artinya: “Janganlah kalian membunuh katak. Sesungguhnya kicauannya adalah tasbih. Dan jangan lah kalian membunuh kelelawar. Sebab, ketika Baitul Maqdis dibakar, kelelawar itu berdoa kepada Allah ‘Ya Tuhan kami, kuasakan kami atas lautan sehingga aku bisa menenggelamkan mereka’.” (As-Sunan Ash-Shaghir, juz 4, halaman 59.HR. AL Baihaqi dalam Al-Kubraa 9: 318 dan Ash-Shugraa 8: 293 no. 3907. dan Al-Ma;rifah hal. 456. Al Baihaqi berkata bahwa sanad hadits ini shahih).

Dalam hadits lain riwayat Aisyah disebutkan bahwa kelelawar melalui sayapnya ikut berusaha memadamkan api saat Baitul Maqdis dibakar.

وَرُوِيَ عَنْ عَائِشَةَ فِي الْوَطْوَاطِ وَهُوَ الْخُفَّاشُ أَنَّهَا كَانَتْ تُطْفِئُ النَّارَ يَوْمَ أُحْرِقَ بَيْتُ الْمَقْدِسِ بِأَجْنِحَتِهَا

Artinya: “Diriwayatkan dari Aisyah tentang kelelawar. Dia adalah hewan yang memadamkan api dengan sayap-sayapnya pada saat Baitul Maqdis dibakar.”

HARAMNYA MEMAKAN KELELAWAR

Dalam kitab Hâsyiyatâ Qalyûbî wa Umairah juz 4, halaman 261, kelelawar mempunyai beragam istilah yakni khuffâsy, wathwâth, dan khuththâf. Sebagian ulama mengatakan berbagai istilah nama tersebut mempunyai maksud bahwa kelelawar mempunyai perbedaan spesies/jenis, tapi sebagian ulama lain memandang antara khuffâsy dan wathwâth merupakan sinonim yang mengacu pada hewan yang sama.

Imam Nawawi dalam kitabnya Al-Majmu’ menyatakan:

وَالْخُفَّاشُ حَرَامٌ قطعا

Artinya: “Kelelawar hukumnya haram secara meyakinkan,” (An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzab, (Dârul Fikr), juz 9, halaman 22).

Dalam kitab Hâsyiyatâ Qalyûbî wa Umairah sebagai berikut:

وَيُطْلَقُ الْخُطَّافُ عَلَى الْخُفَّاشِ وَهُوَ الْوَطْوَاطُ وَهُوَ حَرَامٌ أَيْضًا

Artinya: “Dikatakan Al-Akhuthâf untuk jenis binatang kelelawar, yaitu Al-Wathwhat hukumnya juga haram,” (Syekh Qalyubi dan Umairah, Hâsyiyatâ Qalyûbî wa Umairah, juz 4, halaman 261).

BACA JUGA:  Menteri Yohana Dorong Percepatan Penetapan Batas Usia Minimal Perkawinan

Demikian juga As-Syarbini menyatakan, Imam Nawawi dan Rafi’i sepakat atas keharaman kelelawar.

HARAMNYA MEMAKAN KATAK

Tentang keharaman membunuh katak karena berdasarkan nash hadits Rasulullah yang diriwayatkan dari Abdurrahman bin Utsman:

ذَكَرَ طَبِيبٌ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَوَاءً، وَذَكَرَ الضُّفْدَعَ يُجْعَلُ فِيهِ، فَنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ قَتْلِ الضُّفْدَعِ

Artinya: “Suatu ketika ada seorang tabib yang berada di dekat Rasulullah menyebutkan tentang obat-obatan. Di antaranya disebutkan bahwa katak digunakan untuk obat. Lalu Rasul melarang membunuh katak.” (HR Ahmad: 15757)

Pada hadits di atas disebutkan keharaman membunuh katak. Menurut Al-Mundziri hadits tersebut memberikan pengertian, selain membunuh, hukum memakan katak juga diharamkan.

قَالَ الْمُنْذِرِيُّ: وَفِيهِ دَلِيلٌ عَلَى تَحْرِيمِ أَكْلِ الضُّفْدَعِ

Artinya: “Al-Mundziri mengatakan ‘hadits tersebut menunjukkan keharaman makan katak.” (Ali Al-Qari, Mirqatul Mafatih Syarah Misykatul Mashabih, [Darul Fikr, Beirut, 2002], juz 7, halaman 2659)

وَذَكَرَ الْأَطِبَّاءُ أَنَّ الضِّفْدَعَ نَوْعَانِ بَرِّيٌّ وَبَحْرِيٌّ فَالْبَرِّيُّ يَقْتُلُ آكِلَهُ وَالْبَحْرِيُّ يَضُرُّهُ

Artinya: Para pakar kesehatan mengatakan, sesungguhnya katak ada dua jenis, daratan dan lautan. Yang daratan bisa membunuh, sedangkan yang spesies air bisa membahayakan kesehatan. (Ibnu Hajar Al-Asqalani, Fathul Bari, juz 9, halaman 619), Dua jenis hewan ini terlarang dimakan menurut hukum islam belum lagi binatang lain seperti babi..ular dan lain lain yang telah banyak dibahas dalam quran dan hadits sahih.

Tetapi sekali lagi fakta yang terjadi di WUHAN justru penduduknya mengkomsumsi makanan dari binatang binatang itu yang dapat menimbulkan berbagai penyakit diantaranya VIRUS CORONA.

BACA JUGA:  Kalapas Polewali Dinonaktifkan Gegara Mewajibkan Tahanan Mengaji

CORONA DI WUHAN CHINA ADALAH ADZAB ALLAH BAGI KAUM KAFIR

sebagai yang kita saksikan semua kini wilayah china terkhusus di WUHAN seperti kota mati.Dunia internationalpun ikut panik atas munculnya virus corona di wuhan.

Semua itu adalah adzab dari Allah sebagaimana telah tercantum dalam quran, sebagaimana Allah berfirman: Maka Kami kirimkan kepada mereka topan, belalang, kutu, katak dan darah (air minum berubah menjadi darah) sebagai bukti-bukti yang jelas tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa.” (QS. Al-A’raf 7:133)

Ayat ini seakan sebuah pesan kebenaran islam yang nyata jika melihat kejadian di wuhan dimana ratusan jenis binatang ada ditempat itu sampai akhirnya menjadi ladang darah kematian akibat Virus corona yang di sebabkannya.

LANTAS MASIHKAH KALIAN TDK BERIMAN MENYAKINI KEBENARAN ISLAM ??

Bagi umat islam,hendaknya dengan kejadian ini semoga mempertebal iman dan takwa dan menyadari bahwa segala sesuatunya telah menjadi ketetapan Allah.

Catatan : Sungguh suatu hal di luar dugaan bahwa salah satu penyebab virus corona di wuhan berasal dari katak,kelelawar sementara Di indonesia sudah saling tuding KECEBONG DAN KAMPRET terkait politik sebelum virus ini muncul.

Bahkan dalam politik indonesia, negara china menjadi sorotan krn investasinya meraja lela di indonesia.

Semua seakan sebuah kebetulan walau tidak ada korelasinya antara virus corona dan politik indonesia kecuali soal KATAK DAN KELEAWAR yang sering disebut warga +62.[]Red

Komentar