oleh

Visit Garut, Dinas Pariwisata Ambil Tema “Dancing Peacock” Pada Pesona Garut Intan Carnival 2019

kabartoday, Garut,- Pemerintah Daerah (PEMDA) Kabupaten Garut kembali menggelar perhelatan kreatif budaya dan pariwisata sebagai perangsang Visit Garut didalam upaya mendongkrak destinasi kepariwisataan berbasis kearifan lokal,(3/10/2019)

Pagelaran budaya dan pariwisata Garut (P-GIC) ini rutin diselenggerakan oleh Pemda Garut melalui dinas kebudayaan dan pariwisata (DISBUDPAR) Kabupaten Garut.

Perhelatan ini mengambil latar
Street Festival dengan menampilkan Costums Thematik yang menjadi daya tarik baik di objek wisata, maupun ditampilkan dalam ajang khusus dengan menggunakan Cat-Walk berupa Run-Way di jalan raya yang mana jelas ada unsur pemberdayaan ekonomi didalamnya, baik bagi pembuat Costum itu sendiri, pengadaan bahan, maupun aktifitas ekonomi saat kegiatan berlangsung,” papar Kepala Bidang Promosi Disbudpar Kabupaten Garut, Drs. H. Evi Anshori, M.Si saat dihubungi by phone pada Kamis (3/10).

Evi melanjutkan, “Adapun maksud dan tujuan dari diagendakannya kegiatan ini diantaranya Mempertahankan Batik sebagai warisan kemanusiaan untuk Budaya lisan dan Non-Bendawi (Masterpiece of the Oral and Intangoble Heritage of Humanity) yang telah ditetapkan UNESCO sejak 2 Oktober 2009, selanjutnya sebagai perayaan Hari Pariwisata Sedunia yang jatuh pada tanggal 27 September.

BACA JUGA:  Dua Juta Lebih Pemudik Motor Melintas Karawang 

Selain itu tujuan dari agenda ini yakni menjadikan Pesona Garut Intan Carnival sebagai sustainable event bagi kemajuan dunia kreatifitas bidang fashion dan pariwisata umumnya serta Merangsang kreatifitas Desain Busana dan menyediakan wahana bagi pengembangan dunia modelling dengan mencoba memberikan sentuhan lewat bentuk “lain” pada kegiatan Helaran seni dan Budaya,” lanjut Evi.

Gelar Pesona GIC 2019 ini merupakan penyelenggaran yang Ke- 5 dan kegiatan carnival akan dipusatkan di Jl. Veteran, tepatnya didepan Makodim 0611/TN- Garut dengan run-way sekitar Kota Garut dan menempuh route sepanjang 2-3 Kilometer,” kata Kabid Pemasaran menambahkan keterangannya.

Melalui bidang pemasaran dinas kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Garut melakukan sosalisasi kegiatan juga promo budaya dan pariwisata Garut kepada masyarakat luas, bukan hanya untuk warga masyarakat Garut tetapi informasi ini kami sampaikan juga untuk warga masyarakat diluar Garut, sehingga Peserta tidak hanya datang dari Kabupaten Garut saja. ada penyelenggaraan Seperti pada perhelatan yang digelar sebelumnya juga diikuti oleh peserta dari Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Kota Tasikmalaya, Subang dan Kota Bandung.

BACA JUGA:  116 CPNS MENDAPAT SK PNS

Pagelaran Pesona Garut Intan Carnival kali ini mengambil tema “Dancing Peacock (Merak Ngibing) sebagai Motif Batik Khas Jawa Barat,” kata Kabid bertitel Master Sains ini.

Berikut deskripsi tentang Thema Utama *Pesona Garut Intan Carnival* tahun 2019 ini, yakni *”Dancing Peacock” (Merak Ngibing).* Konon, Burung Merak ini merupakan hewan dari syurga yang diturunkan berbarengan dengan Nabi Adam AS. Parahyangan, termasuk Garut didalamnya adalah daerah atau kawasan *yang diciptakan Tuhan tatkala tersenyum* karena itulah keindahan Alam beserta isinya tak terkalahkan daerah lain, beserta kelengkapannya. Parahyangan adalah tempatnya Para Hyang atau Para Dewa sehingga dari kawasan ini pulalah lahir Para Raja, Menak dan Pembesaryang Adil, Bijaksana, Berwibawa di masa memerintahnya.Unsur-unsur itulah yang diharapkan dapat dipresentasikan oleh Para Peserta P-GIC kedalam Costum-costum Creative dan Menarik,” ungkap Evi kepada crew kabartoday.co.id.

Dengan demikian clue, kata kuncinya adalah Merak dan hewan-hewan yang indah, cantik dan menarik juga Alam yang indah, cantik dan menarik dengan didalamnya ada Bunga-bunga yang cantik yang semarak dengan warna dan indah yang dinamis, serta Para Hyang, Dewata, dan Raja Adil-Bijaksana.

BACA JUGA:  Kendaran Tim Medis Dirusak, 2 Personilnya Kena Gebuk Polisi di Belakang ATR/BPN Sabang

Dengan latar belakang itulah Kelompok Costum nanti akan terbagi menjadi Tiga Kelompok diatas dengan bahan yang juga terdiri dari Tiga macam, yaitu: 1. Batik (40%), selebihnya Bahan Bebas; 2. Batik (40%), selebihnya Bahan Potensi Unggulan Lokal seperti Akar Wangi, Bambu, Bordel, Mendong, dsb; 3. Batik (40%) yang selebihnya Bahan daur ulang.

Dalam P- GIC ini para kreator dan peserta peraga tidak diperkenan menggunakan bahan yang mudah layu seperti dari Tanaman, Buah-buahan, dsb dan
Tidak diperkenankan menggunakan Bunga, Tanaman sintetis atau plastik yang sudah jadi yang mana hal ini dimaksudkan agar mengutamakan unsur “Kreasi & Hand-made.”

Adapun kategori partisipasi dan kriteria pagelaran yang akan digelar 19 oktober mendatang adalah Costum Perorangan, Costum Kelompok/Instansi, Defile Busana Uniform Instansi

Dalam kegiatan ini dilaksanakan juga Bazzar Produk Kreatif dan Pariwisata, Lomba Fotografi Hobby dan Profesional,” pungkas Evi menutup keterangannya. (Alam/Promo Garut)

Komentar