oleh

Von Edison Sebut Walau Menang Elektabilitas, Jokowi Bisa Kalah

Judul diatas barangkali jadi pertanyaan pembaca bagaimana bisa menang tetapi kok kalah?

Kabartoday, Jakarta – Selama beberapa waktu saya mengikuti perjalanan politik menuju pilpres 17 April 2019 ini, Saya banyak mencermati media media sosial semisal grup grup wag, telegram, twitter, ig, sites sites dan lainnya.

Saya juga banyak berinteraksi komunikasi dengan elemen masyarakat akar rumput hingga sampai ke elite politik di indonesia dan beberapa WNI di negara lain.

Itulah ungkapan Von Edison Alouisci seorang aktivis yang selalu mengkritisi kebijakan pemerintahan era Jokowi ini saat memberikan tulisannya ke Kabartoday co.id, Minggu (10/3/2019).

Dijelaskan Von, berdasarkan hasil analisis dari hal itu diatas ia melihat bahwa rakyat yang memiliki kemampuan intelektual, wawasan yang cukup luas dan kecerdasan membaca ragam topik dan akhirnya mencuat di media, cendrung mengatakan bahwa pemerintahan era jokowi gagal.

Masalah-masalah yang di tampilkan dan disikapi petahana, misalnya soal keadilan hukum, HAM, pembangunan, keamanan, kesejahteraan rakyat dan keterpihakan pada satu sisi mengatur jalannya pemerintahan justru di pandang negatif oleh rakyat yang tentu tidak bisa di sebut bodoh.

BACA JUGA:  Meski Hujan Deras Ribuan Warga Subang Sambut Prabowo

Von menilai, prilaku jokowi sendiri sebagai presiden sekaligus capres 2019 dipandang nyeleneh, ke kanak-kanakan, polos, bahkan cendrung lugu dalam memberi statement dan kebijakan yang di buat. Bahkan ada banyak persoalan yang lebih dimaksudkan hanya untuk mencari populeritas, pencitraan, pujian rakyat, namun minim realisasi yang menjanjikan kesejahteraan rakyat secara nyata.

“Efek dari prilaku jokowi demikian justru membuat rakyat lebih banyak tidak menaruh rasa simpatik bahkan hilang rasa hormat pada jokowi sebagai pemimpin Negeri ini. “Kata Von.

Jangan salahkan kalau sebagian besar rakyat menjadikan seorang jokowi seperti ajang permainan, lucu-lucuan, hiburan atau jadi bahan candaan karena di pandang nyeleneh.

NYELENEH yang di tampilkan jokowi inilah justru bumerang baginya untuk bisa menuju 2 priode, apalagi menjelang pemilu 17 April 2019 ini. Pihak petahana justru merencakan SESUATU yang malah makin membuat rakyat tambah tidak simpatik.

BACA JUGA:  Jokowi Unggul di Tangsel, Prabowo Merajai 7 Wilayah lainnya di BantenĀ 

Kampanye-kampanye petahana yang bernuansa berat sebelah dan tidak adil apalagi keberpihakan PSN, dan lain-lain pada petahana yang nyata di pamerkan di muka rakyat, membuat rakyat justu menganggap pemerintah jauh dari sikap adil atau mematuhi aturan undang-undang.

Rakyat ini cerdas. justru karena cerdas pula maka sebuah langkah bodoh kalau petahana berharap mau menang tetapi memamerkan prilaku dan tindakan yang tidak adil, nyeleneh di depan rakyat, lebih-lebih oposisi seolah dianggap musuh yang harus di musnahkan.

“Saya cendrung menilai bahwa JOKOWI SULIT UNTUK MENANG WALAU elektabilitasnya di isukan tinggi oleh sejumlah pegiat lembaga survey. “Ucap Von.

Disisi lain, strategi kemenangan petahana yang diihat oleh rakyat bahkan di cermati pula oleh berbagai lapisan masyarakat malah menjadi persoalan lagi, sebab strategi menggunakan segala cara termasuk melanggar ketentuan hukum misalnya suap untuk rakyat berupa kupon, makanan, uang, ancaman, menekan aparat, pegawai, kepala desa dan lain-lain justru malahan rakyat tidak bertambah percaya lagi pada rezim jokowi, karena ini juga termasuk kecurangan dan pelanggaran hukum.

BACA JUGA:  DPR Sepakat Bentuk TGPF Tragedi Kemanusiaan Pemilu 2019

“Bagaimana bisa di katakan pemerintah dan kepolisian sebagai institusi dan instansi taat hukum, jika mereka sendiri melanggar aturan hukum?? “Ungkap Von.

Rakyat akan menuntut pemerintah atau bahkan bisa menjadi masalah besar dimana sebuah KUDETA bisa saja terjadi. Segalanya bisa mungkin jika pemerintah menyalahgunakan kekuasaan dan tampaknya memang terindikasi demikian.

Satu satunya yang bisa menenangkan rakyat adalah berdirinya pemerintah di tengah-tengah tanpa keberpihakan.

“Tidak menutup kemungkinan oknum oknum ASN.PSN, dan lainnya malah berada dalam posisi membahayakan dirinya sendiri. “Jelas Von.

Inti terpenting dalam hal ini adalah petahana cendrung membuat prilaku yang tidak membuat rakyat simpatik dan opsi tidak percaya pemerintah.(Op/red)

Komentar