oleh

Wakepsek SMAN 3 Petahan Jaya Catut Nama Sekolah Untuk Kepentingan Pribadi

Kabartoday, Kampar Riau – Dunia Pendidikan atas ulah wakil kepala sekolah SMAN 3 Petapahan Jaya, kecamatan Tapung kabupaten Kampar kembali menjadi sorotan.

Kasus yang mengorbankan seorang siswi di SMAN tersebut telah menjadi sorotan publik sebagai bentuk ketidakwajaran seorang wakil kepala sekolah yang berhentikan seorang siswinya dengan sepihak.

Oknum guru yang juga menjabat sebagai Wakepsek Bidang Kesiswaan telah diduga mengeluarkan selebaran surat pernyataan yang berisi bahwa Siswi berinisial (Aa), Dikeluarkan dari SMAN 3 Tapung.

Surat yang dikeluarkan dan telah di tandatangani oleh oknum guru berinisial HM ini pada tanggal 17 Mei 2019 di nilai adanya dugaan pelanggaran kode etik, karena tidak memakai surat resmi yang berlogo (kop) sekolah. Hal itu dikatakan Ketua LSM Penjara kabupaten Kampar kepada awak media, Senin (11/07/2019).

BACA JUGA:  Praktisi Pariwisata Usulkan Jakarta Perlu Badan Promosi Pariwisata Daerah

Menurutnya seputaran selebaran surat itu benar adanya, LSM penjara kab kampar telah mendapatkan pengaduan dari orang tua murid bahwa anak nya AA, tidak lagi dapat bersekolah di SMAN 3 petapahan jaya, kec. Tapung, sejak tanggal 2 januari 2019 dan diperkuat oleh surat sakti oknum guru HM pada hari Jum’at tanggal 17 mei 2019.

Dikatakan Ketua LSM penjara, pengeluaran surat pemberhentian, peserta didik, yang dilakukan oleh oknum wakepsek bidang kesiswaan tersebut dilakukan secara sepihak, karena pemberhentian tersebut tanpa di ketahui oleh Kepala SMA Negeri 3 Tapung. “Artinya, oknum tersebut tidak menghargai pimpinannya yang memimpin sekolah, “pungkas ketua LSM penjara, Rudi.

BACA JUGA:  Pengusaha Sukses Siap di Calonkan Jadi Bupati Karawang

Sementara Kepsek SMA Negeri 3 Tapung menyebut dirinya tidak pernah tau adanya pemberhentian atau pengeluaran siswi SMA Negeri 3 Tapung dari sekolah tempat ia berdinas.

“Kepala Sekolahnya saja tidak mengetahui surat sakti yang dikeluarkan oleh oknum guru sebagai wakepsek bidang kesiswaan itu, kami dari LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara (penjara) Kab. Kampar juga telah melaporkan oknum tersebut ke Dinas Pendidikan Provinsi Riau dengan Nomor:119/LP/DPC-LSM-PJR/KPR/VII/2019 tanggal 5/7-19 Perihal Laporan Dugaan Penelantaran dan Pemberhentian Peserta Didik SMA Negeri 3 Tapung Kec. Tapung, “beber Rudi.

Lelaki asal Tapanuli Tengah ini menjelaskan bahwa oknum guru berinisial HM, harus bertanggung jawab penuh atas surat pernyataan yang telah dikeluarkannya itu.

BACA JUGA:  Kedua Bandar Sabu, DW dan ND Diciduk Polisi

“Jelas itu dia harus bertanggung jawab, karena surat tersebut bukan tanggung jawab sekolah, melainkan tanggung jawab sendiri karena dalam surat tersebut oknum itu mengatas namakan dirinya sendiri apa lagi surat itu tidak memakai kop sekolah. “ujarnya.

Akibat pemberhentian itu, siswi AA yang duduk di Kelas 11 IPS itu ketinggalan mata pelajaran hingga tidak dapat mengikuti ujian semester II sehingga tidak mendapatkan rapor kenaikan.

“Kami dari LSM Penjara kab Kampar meminta kepada Dinas Pendidikan Prov. Riau untuk serius menindak tegas oknum wakil kepala sekolah tersebut, dan memberikan status yang jelas terhadap siswi AA. “Tegasnya.(Pjr)

Komentar