oleh

Warga Desak Walikota Surabaya Tindak Aparat Satpol PP Yang Biarkan Cafe Liar, Anak Bawah Umur Jadi Korban Minuman Oplosan

Kabartoday.Surabaya kawasan Dupak Surabaya merupakan tempat bagus untuk menguji nyali dan mencari jati diri bagi anak anak di bawah umur, pasalnya salah satu tempat hiburan malam dijalan Dupak ini sangat ramai Pengunjung yang didominan oleh kalangan pelajar, untuk melakukan minum minuman keras (miras) oplosan murah  sambil mendengarkan alunan musik .

Sebagian warga di kawasan Dupak Surabaya sudah tidak berani melintasi jalan di area jalan itu dikarenakan banyak muda mudi mabuk dan berkelahi , tepatnya di kawasan Ruko saat malam hari.

Dari pemberitaan sebelumnya, tempat hiburan malam yang menyajikan miras oplosan untuk semua pengunjungnya tidak ada batasan ini sering di datangi petugas, dan anehnya pemilik cafe tetap melakukan kegiatan, Bahkan terkesan melakukan pembiaran terhadap pengunjung anak anak dibawah umur dan tidak melakukan tindakan apa apa sesuai jabatan dan penegakan Perda Kota Surabaya.

BACA JUGA:  Bareskrim Mabes Polri Serahkan Elyana Tersangka UU ITE ke Kejari Bandar Lampung

Salah satunya dempat hiburan yang menjadi sorotan wartawan adalah Four Club Ruko yang beralamat di Jl. Dupak no. 22 Surabaya, yang menurut beberapa warga para pengunjung  bebas melakukan minum miras beralkohol yang di duga sudah di oplos, serta diduga melakukan maksiat didalam cafe.

Four Club Ruko Dupak menjadi Destinasi Wisata ABG minum miras oplosan mabuk dan seringnya terjadi keributan sesama mereka, hal tersebut sudah sangat meresahkan masyarakat sekitar. Sehingga warga yang melintas menjadi takut dengan adanya keberadaan remaja remaja di bawah umur yang dalam keadaan mabuk.sabtu (6/10)

Dari pemberitaan sebelumnya, saat wartawan hendak melakukan konfirmasi ke manajer, sedang tidak berada di tempat, dan salah satu pegawai mengatakan” Waduh kalau jam segini beliau gak ada mas, apalagi saya gak tahu mas, coba agak sore mungkin ada mas, ” kata salah satu pegawai yang tak mau menyebutkan namanya.

BACA JUGA:  Wow... Nusron Wahid Terlibat Korupsi Bowo Golkar

dari hasil dari pantauan dilokasi Pada jam 03.00 pagi Four Club itu tutup, di tempat terpisah, Achmad salah satu warga asli Jl. Dupak mengatakan, ” Disini sering ada perkelahian, apalagi kalau pengunjungnya ramai ya seperti itu mas, sering terjadi keributan, sebab mereka pasti mabuk dan bertengkar, berteriak teriak, ada pria atau wanita. Perilakunya ngawur, padahal masih muda muda ya.. kelihatannya dari fisik sih anak di bawah umur rata-rata pengunjungnya,” ucapnya dengan nada kecewa.

” Saya rasa kalau ditutup gak mungkin bisa mas, sebab yang saya tahu banyak di backup orang orang kuat dan kebal hukum mas, mulai dari preman kampung, pihak Kecamatan, oknum Satpol-PP, oknum Polisi. Mereka tutup mata, karena sama mereka dibuat jatah harian dan bulanan, kalau orang sipil (warga) mau lewat khawatir mas, ya.. takutlah banyak anak mabuk, ” ujar Achmad.

BACA JUGA:  Perempuan, Anak, dan Warisan Budaya Sebagai Pemersatu

” Ya.. saya berharap kondisi kampung dan sepanjang Jl. Dupak aman dan tertib mas, semoga SatPol – PP, Polisi bisa terketuk hati nya untuk menutup Four Club itu, sebab kalau malam banyak anak mabuk, ribut – ribut mas. Dan semoga ibu Walikota Surabaya tahu dengan kondisi Jl. Dupak mas, aktivitas kalau malam mencekam disini mas. Silahkan di beritakan saja mas, saya siap jadi saksi kok demi kenyamanan dan keamanan kampung serta di sepanjang jalan kawasan Ruko Jl. Dupak Surabaya ini, ” pungkasnya.

Melalui nomor seluler 087734765*** yang diduga milik Safik sesuai informasi yang di dapat sebagai pengelolah sekaligus owner, tim belum mendapat jawaban terkait kebenaran informasi dari masyarakat sampai berita ini di terbikkan. (tim)

Komentar