oleh

Warga Poltangan Tolak Penutupan Jalan Putaran Rel Kereta Api

Kabartoday, Jakarta – Warga Pejaten Timur dan Tanjung Barat datangi pimpinan pelaksana proyek Fly Over Poltangan Jakarta Selatan, pasalnya akibat proyek tersebut telah menimbulkan keruwetan, dan kemacetan panjang, bahkan dilakukan penutupan jalan putaran di rel kereta api yang berada di Poltangan, Jakarta Selatan.

Warga menuntut agar penutupan jalan putaran arah Pasar Minggu mendapatkan solusi. Menurunya, tanpa jalan itu, aktifitas warga dan pengguna jalan lainnya harus memutar lewat rute di wilayah Srengseng UI Depok dengan jarak lebih dari 10 kilometer.

Berdasarkan keterangan dilapangan, Rojak perwakilan warga dan Syahroni, serta didampingi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), selama pekerjaan itu berlangsung, tidak pernah ada sosialisasi terkait penutupan jalan dari pihak terkait kepada warga.

BACA JUGA:  Promo Konser Budaya Satoe Hati, Narik Mobil Pake Alat Vital

Perusahaan yang bergerak di kontraktor itu hanya memasang banner pemberitahuan saja yang berbunyi penutupan jalan akan dilakukan pada 21 Desember 2019. Bahkan pelaksana proyek Fly Over juga hanya mengirimkan surat tembusan ke Kelurahan tanpa ada penjelasan lebih lanjut, dan akhirnya penutupan itu benar-benar terjadi.

“Kami hanya meminta agar jalan penggantinya dibuat dulu, terutama jalan-jalan pintu rel bawah kolong fly over Tanjung Barat yang sudah lagi tidak berfungsi agar jarak lebih dekat, barulah jalan ini ditutup. Bentuk jalan pengganti seperti apa terserah mereka yang penting warga bisa menggunakannya untuk beraktivitas, “kata Rojak, Sabtu (21/12/2019) dini hari.

BACA JUGA:  Otto Hasibuan Tak Sependapat Pandangan YIM Soal Syarat Pelantikan Presiden

Rojak juga mengatakan, terkait rencana penutupan jalan itu harus mencakup poin-poin penting tentang perlunya pembukaan jalan pengganti agar tetap ada akses bagi warga, namun pihak pelaksana proyek selama ini tidak mengindahkan warga dan tetap melakukan penutupan jalan, hingga memunculkan amarah warga Pejaten Timur dan Tanjung Barat.

“Warga sebetulnya mendukung pembangunan Fly Over ini sebagai bentuk pembangunan insfratuktur yang merata, tapi jangan menghambat aktifitas warga juga dong, kami hanya minta dibuatkan jalan alternatif sebagai solusi untuk pengganti akses jalan. “Ucap Rojak.

BACA JUGA:  Kapolresta Tangerang Apresiasi Anggota Berprestasi

Berdasarkan keterangan warga, Aditya selaku pimpinan pelaksana tehnik akan mengkordinasikan kembali ke pihak-pihak terkait sampai ada keputusan lebih lanjut.[]Dian

Komentar