oleh

Yandri Susanto Canangkan Gerakan Bercocok Tanam Hadapi Krisis Pangan Dunia

Kabartoday, Jakarta – Ditengah kerawanan ekonomi yang melanda sebagian wilayah di dunia akibat wabah pandemi covid-19, Indonesia juga tengah menghadapi ancaman krisis pangan. Berbagai pihak mulai memperingatkan adanya fakta-fakta yang berisiko memunculkan krisis tersebut.

Bahkan presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengingatkan jajarannya untuk mewaspadai dampak kekeringan terhadap ketersediaan bahan pokok. Ia memprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait 30 persen wilayah zona musim yang akan mengalami kemarau lebih kering dari tahun kemarin.

Menyikapi hal itu, wakil Ketua Umum DPP PAN, Yandri Susanto ambil suara untuk rakyat Indonesia agar mempersiapkan diri menghadapi krisis pangan dunia yang berdampak bagi Indonesia.

BACA JUGA:  Creatormuda Academy Hadir di Kota Semarang

Menurut dia, upaya yang dapat dilakukan dengan cara bercocok tanam, dengan gerakan bercocok tanam Yandri berharap Indonesia mampu menghadapi krisis pangan dunia.

“Memanfaatkan lahan untuk bercocok tanam yang cepat panen, seperti umbi-umbian (singkong dan ubi,-red), tomat, cabai, dan lain sebagainya menjadi faktor penting agar masyarakat tidak kesulitan pangan. “kata dia, dalam keterangannya, Selasa (26/5/2020).

Upaya mengingatkan masyarakat mempersiapkan diri menghadapi krisis pangan disampaikan di setiap kunjungan ke daerah dalam rangkaian safari Yandri Susanto Berbakti Untuk Negeri (BUN) yang digelar sejak Jum’at, 15 Mei 2020 sampai Sabtu, 23 Mei 2020.

BACA JUGA:  IKAMI: Polri Jangan Langgar Prinsip Hukum Konstitusi UUD 1945 di Kasus Abu Janda

Bahkan sebelumnya, ia juga sudah menyambangi masyarakat di Kampung Rahayu, Desa Anyer, dan Kampung Batu Gempur, Kabupaten Serang, Banten. Selama kunjungannya, Yandri beserta rombongan tidak hanya menyapa masyarakat yang terdampak wabah Covid-19. Yandri juga merangkul dan menyapa organisasi Islam, seperti NU, Fathayat NU, Muhammadiyah, Aisyiyah, PERSIS, LDII, DDII, pondok pesantren, serta membantu para guru-guru, marbot masjid dan yatim piatu.

“Kita harus merangkul dan mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersatu melawan wabah Covid-19 dan bergotong-royong meringankan beban rakyat guna membantu pemerintah untuk keluar dari persoalan pandemi Covid-19, karena virus itu berdampak lumpuhnya ekonomi bangsa, serta merusak sendi-sendi kehidupan lainnya. “Ulas Yandri.

BACA JUGA:  Ratusan Korban Pendemo Berjatuhan, Anak Usia 14 Tahun Kena Sasaran, Polisi Maksa Masuk Pemukiman Warga

Selain itu, Ketua Komisi VII DPR RI ini mengingatkan pemerintah untuk menghentikan masuknya TKA ditengah pandemi Covid-19 yang berakibat fatal sehingga ribuan tenaga kerja dirumahkan hingga diberhentikan atau di PHK.

“Kami meminta pemerintah untuk tidak menaikan iuran BPJS ditengah rakyat sedang menderita. “Pungkasnya[]red

Komentar