oleh

Yayasan Hipperpala dan KPCLA Peringatan Hari Pencegahan Eksploitasi Lingkungan Hidup Sedunia 2019

Kabartoday, Jakarta,- Yayasan Hipperpala bekerjasama dengan Komunitas Ciliwung Lentera Agung peringati Hari Pencegahan Eksploitasi Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2019, pada (15/12/2019) berlangsung di Taman Jagakarsa, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Acara dimulai dengan arung Ciliwung dari Taman Pingkal Jl. Camat Gabun menuju Taman Jagakarsa itu diikuti oleh Direktur Pengendalian Pencemaran Air KLHK Luckmi Purwandari, memakan waktu satu setengah jam. Dalam sambutannya Luckmi Purwandari mendukung penuh berdirinya Sekolah Sungai Berkelanjutan Jakarta yang didirikan oleh Komunitas Ciliwung Lenteng Agung yang digagas oleh Sarmili warga Lenteng Agung, pria berusia 64 tahun ini.

Sarmili mengutarakan beberapa keberhasilannya seperti, pada tahun 2009 la berhasil menutup 4 titik pembuangan sampah di bantaran Ciliwung RW 08 Lenteng Agung, pada tahun 2014 komunitasnya berhasil memecahkan rekor muri untuk Aksi Bersih-Bersih Ciliwung. “SarmiliĀ  aktifitas lingkungan hidup ini menambahkan, “bahwa tahun 2016 merupakan tahun keberkahan buatnya, Mengapa? Karena tahun itu Sarmili terpilih untuk mengikuti pendidikan Sekolah Sungai BNPB di UGM Yogyakarta. “Ia berhasil membina UKM di anggota komunitasnya, salah satu wujud keberhasilannya adalah, adanya UKM Ciliwung Craft yang berada di lantai satu Gandaria Mall Kebayoran Lama, dan di 2016 Sarmili berhasil mendapatkan penghargaan Nominator Kalpataru Nasional kategori Pembina Lingkungan. Ia sangat bersyukur, diusia 11 tahun Komunitas Perduli Ciliwung Lentera Agung (KPCLA) yang ia bangun mampu bertahan dan bisa berguna.

BACA JUGA:  Ditreskrimsus Polda Banten, Sita Ratusan Tabung Gas 3 Kg dari Penjual Elpiji Tanpa Izin
Sarmili aktifitas lingkungan hidup

Disinggung tentang Sekolah Sungai Berkelanjutan Jakarta (SSBJ) yang kepalai oleh Helmi Purnama ini? Sarmili menjawab “bahwa SSBJ ini sudah punya kalender kegiatan untuk 2020. “Start insha Allah pada bulan Januari 2020, bersamaan dengan kunjungan perwakilan Pemda Tokyo yang tertarik untuk melihat langsung pelatihan siswa- siswa SSBJ ini, “ujar Sarmili, tujuan didirikannya sekolah tersebut Sarmili ingin mengajar warga khususnya yang tinggal disekitar pinggiran sungai agar sadar dan mau mencintai sungai dan air, melalui edukasi disekolah yang Ia gagas. ” Ia ingin mengajak warga masyarakat mengembalikan fungsi sungai sebagai sumber kehidupan yang saat ini hampir di semua sungai yang ada di Indonesia telah tercemar baik oleh limbah padat maupun cair.

BACA JUGA:  Ustad Yusuf Mansur Meriahkan Kota Tanjungbalai Dengan Tausiyah Malam Isra Mi'raj 1440 Hijriyah

Materi yang akan kami berikan adalah Materi Kebencanaan, Lingkungan Hidup, Green Economy dan pelatihan Jurnalistik. Dengan begitu diharapkan melalui pendidikan ini akan melahirkan SDM SDM cinta sungai/lingkungan yang memiliki skill atau keterampilan di salah satu bidang yang diminati.

Adapun target siapa saja yang menjadi siswa SSBJ itu, Sarmili menjelaskan, sekolah ini untuk umum, siapapun bisa menjadi siswa disekolah SSBJ, baik mulai dari tingkat SD hingga perguruan tinggi dan juga masyarakat umum, “jelasnya.

BACA JUGA:  Sidoarjo Jadi Tuan Rumah Laga Kejurnas Renang Antar Club Se Indonesia Jatim Open 2019

Helmi Purnama sebagai kepala sekolah SSBJ menaruh perhatian besar terhadap kondisi sungai yang saat ini hanya dijadikan orang sebagai tempat pembuangan sampah.

Melalui sistem pendidikan non formal, Sekolah Sungai Berkelanjutan sangat penting dilakukan agar fungsi sungai dikembalikan sebagai mulut peradaban. “mengubah perilaku manusia yang merupakan pekerjaan besar yang tidak bisa sehari atau dua hari. Itu harus melalui educating sistem atau melalui sistem pendidikan. Tetapi kita tidak ingin masuk ke dalam pendidikan yang formal. Oleh karena itu sekolah sungai berkelanjutan, kami ingin mengembalikan fungsi sungai yang dahulu sebagai mulut peradaban sekarang jadi menjadi belakangnya peradaban. Kita ingin sungai menjadi muka peradaban Indonesia, muka peradaban dunia.” ujar Helmi Purnama. (Ana Jameela)

Komentar