oleh

YK & Partner Polisikan Masrizal dan Gugat RS Aulia Hospital Pekanbaru

Dugaan Penipuan dan atau Penggelapan sebagaimana di dalam KUHPidana 372, Firma Hukum “YK & PARTNER” Polisikan Masrizal orang tua Korban Mall Praktek RF (Alm)

 

Kabartoday, Riau – Dugaan penipuan dan atau penggelapan yang dilakukan Masrizal akan menjadi ranah hukum. Pasalnya kasus tersebut telah dilaporkan ke polisi. Hal itu dikatakan Yudi Krismen, pada wartawan melalui pesan suaranya, Sabtu (2/3/2019).

“Kita Firma Hukum “YK & PARTNER” yang berlokasikan di Jalan Kartama Gg. Santiana No 74 Kec. Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru-Riau, akan segera melaporkan klien kami Masrizal atas dugaan Penggelapan dan atau Penipuan sebagaimana yang telah dirumuskan dalam KUHPidana 372. “Kata Dr.Yudi Krismen Us,SH.,MH.

BACA JUGA:  Komisioner Komnas HAM Nyatakan Bukti Laporan Gerak Kemanusiaan Valid

Yudi menyayangkan sikap yang telah diambil oleh klien nya (Masrizal), dengan telah mengambil tidakan pemutusan kuasa hukum ke YK & Partner secara sepihak tanpa melakukan pembayaran honor sebagai prestasi kinerja yang telah dicapai.

“Pemutusan kuasa itu kita ketahui dari beberapa pemberitaan yang telah di muat dibeberapa media siber lokal maupun nasional, dimana pencabutan kuasa yang telah dilakukan oleh klien kami disampaikan oleh Yulmizen Humas RS Aulia Hospital kepada beberapa awak media yang lakukan konfirmasi kepada dirinya (Yulmizen) Humas RS Aulia Hospital Pekanbaru-Riau. “beber Yudi.

BACA JUGA:  Bareskrim Mabes Polri Serahkan Elyana Tersangka UU ITE ke Kejari Bandar Lampung

Dalam pernyataan yang diberikan oleh Yulmizen selaku Humas RS Aulia Hospital kepada wartawan saat itu, sambung Yudi, terdapat beberapa keganjilan, sepertihalnya proses perdamaian antara pihak rumah sakit dengan pihak keluarga korban dugaan Mall Praktek (Masrizal).

Lebih lanjut diutarakan Yudi, perdamaian yang telah terjadi hanya dikarenakan kesalahpahaman serta pelaksanaan perdamaian yang dilakukan bukan antara ZA oknum dokter yang didugakan melakukan Mall Praktek terhadap Masrizal pihak keluarga korban melainkan dengan pihak Pimpinan RS Aulia Hospital.

BACA JUGA:  Hakim PN Cibinong Bebaskan Pelaku Pencabulan, Alasannya Tidak Ada Yang Melihat Kejadian

Tidak hanya itu, Yudi juga berencana akan mengajukan gugatan perdata terhadap Masrizal dan Aulia Hospital.

“Kuasa diputus sepihak. Dalam perjanjian khusus bahwa kuasa bisa diputus apabila honor kita dibayarkan. Namun hingga kini, honor sama sekali belum dibayar, dan adanya ganti rugi dari Aulia Hospital ke klien akibat prestasi kita. “pungkas Yudi. Bersambung…(Op/Tim)

Komentar