oleh

Zaenu Kaur Desa Kendayakan Sebut Tanda Tangan Warga Di Palsukan

Kabartoday, Tegal – M Zaenu Kaur Perencanaan Desa Kendayakan Kecamatan Warureja Kabupaten Tegal dilaporkan ke Bupati Tegal dan Inspektorat terkait dugaan penyelewengan ADD.

Dugaan tersebut disebabkan pekerjaan kegiatan proyek yang mengggunakan ADD, seperti pembangunan drainase anggaran tahun 2017 hingga masih jalan ditempat, dan Inspektorat belum mengusut kasus tersebut.

Pengaduan warga ke Bupati diwarnai aksi unjuk rasa ke balai desa tanggal 22 Oktober 2018 silam, dalam aksi tersebut disebutkan bahwa warga menemui kades untuk mempertanyakan proyek drainase yang tidak sesuai prosedural, namun hingga detik ini tidak ada jawaban pasti.

Dari data yang dihimpun, warga dalam pengaduannya ke Bupati dan inspektorat adanya dugaan kuat Zaenu Kaur lakukan penyelewengan Anggara Dana Desa dalam proyek pembangunan drainase yang dinilai asal-asalan.

BACA JUGA:  Suara.com Publish FPI dan Pemprov DKI Restui Nasi Campur Babi, Rumah Makan Emanuel Tebet Minta Maaf

Hal itu dilandasi dengan bukti dan fakta dilapangan seperti pasangan lama tidak dibongkar, dan hanya ditutup dengan adukan baru lalu diplester saja. Dalam penanganan proyek jambanisasi juga diduga melakukan pungli kepada warga yang dari angka Rp 100 ribu – Rp 300 ribu/warga, namun setelah tahu dilaporkan dia mengembalikan uang pungutan kepada penerima manfaat jambanisasi.

“Ah tidak itu palsu, belum diperiksa Inspektorat, belum diperiksa. “Ucap Zaenu pada wartawan.

Sebagai Kaur Perencanaan, dia juga kerap meminta uang tip melebihi batas untuk pengurusan kepemilikan dokumen kependudukan baik KTP, KK dan lain sebagainya.

Namun hingga hari ini dirinya belum dipanggil oleh Inspektorat. “Bener saya dilaporkan warga tapi belum diperiksa dan belum dipanggil Inspektorat, ”ujarnya.

BACA JUGA:  Perang Batu Dua Kelompok Pemuda di Ambon

Terkait transaksi jual beli tanah, Zaenu juga disebut-sebut meminta Rp 9 juta, padahal ia hanya sebagai saksi.

Sementara stempel dan tanda tangan dalam jual beli diduga dipalsukan mengingat saat itu kades Mashuri Efendi mangkir ke balai desa lantaran kasus utang piutang.

Ditanya soal itu, Zaenu mengatakan hal itu melibatkan kades yang sekarang menjabat. “Soal itu yang tau persis kades sekarang pak, ”katanya.

Istri Zaenu juga mengiyakan tanda tangan warga palsu sebab dirinya mendatangi orang-orang tersebut saat menanyakan dukungan pelaporan ke bupati.

“Malah orang yang tanda tangan tak suruh kesini mereka ngaku tidak tanda tangan atau dipalsukan. Malah ada yang merasa tidak tanda tangan. “angger pa Zenu nuntut balik aku sing ora melu apa apa wong sing tanda tangan umae tak bledug kue jare masyarakat nang RT 7.” Ujar istrinya bersemangat mendampingi Zaenu di rumahnya, Sabtu (24/2/2019).

BACA JUGA:  LSM Bergerak Sebut Penegakan Perda dan Perkada di Garut Belum Optimal

Ia bersama tim bentukan BPD melakukan cek kepada warga yang ikut tanda tangan, ternyata semua palsu. “warga yang melaporkan ke inspektorat merupakan pendukung Rasiun saat Pilkades. “Semua itu ring satu. Niatku wis tak warah bareng-bareng kerja sampai finising,”

Zaenu juga membantah bahwa kasusnya dikondisikan Kades agar Inspektorat tidak memeriksa dirinya dengan memberi uang belasan juta kepada oknum pejabat Inspektorat.(Rae)

Komentar