oleh

Zuhdi Mamduhi Sebut Pulo Gadung Central Publik Dengan Layanan Bobrok

Kabartoday, Jakarta – Pulo Gadung Jakarta Timur merupakan satu wilayah di Timur DKI Jakarta yang memliki berbagai polemik isu pelayanan central publik. Sebagai wilayah perbatasan Jakarta Utara, Pusat, Selatan dan Bekasi ini punya daya tarik sendiri.

Hal itu dikatakan H. Zuhdi Mamduhi seorang tokoh muda yang digandang dari sebuah ormas di Jakarta saat bertemu warga RW 07 Kelurahan Pulo Gebang Cakung Jakarta Timur, Kamis (7/3/2019).

Menurut Zuhdi, perkembangan teknologi informasi diruang publik sangat dinamis, aktual dan mampu menyerap konsistensi maupun daya tarik tersendiri. Isu central Pulo Gadung ditengah publik dengan berbagai produktifitas, industri, kesehatan, pendidikan menjadi condong tumbuhnya kesenjangan sosial di masyarakat.

BACA JUGA:  Pangdam XVI/Pattimura Kunker ke Wilayah SBB  dan Malteng

“Kita tidak menapik dampak dari majunya perkembangan di Pulo Gadung ini, masyarakat seakan tertinggal oleh ketidaksiapan dalam mengakses informasi dari layanan publik. “Kata Zuhdi pada kabartoday.co.id, Kamis (7/3/2019).

Lebih lanjut dikatakanya, tetapi bagaimanapun juga, mereka bisa menjadi penentu potret bangsa kedepan.

Pria yang disebut-sebut juga sebagai caleg legislatif dari partai Gerindra dengan Nomor urut 04, yang berorentasi pada wilayah pemilihan Dapil Cakung Pulo Gadung Matraman ini mengajak masyarakat RW 07 Pulo Gebang untuk sama-sama memikirkan kelayakan hidup yang lebih baik dikemudian hari.

BACA JUGA:  Pemkab MBD Serahkan Kartu BPJS Kepada Balita Penderita Gizi Buruk

“17 April 2019 nanti momen terpenting buat kita semua, dengan pilihan yang kita yakini, akan membawa dampak di lima (5) tahun kedepan. Mari kita songsong perubahan wilayah untuk bangsa yang lebih baik lagi. “Ajak Zuhdi.

Dijelaskan Zuhdi, birokrasi layanan publik yang sudah dipangkas telah mempermudah akses masyarakat, namun ada juga oknum-oknum nakal yang memanfaatkan situasi seperti itu.

BACA JUGA:  Pemuda Malteng Tewas Dikeroyok Lima Pemuda Ambon

Zuhdi mencontohkan layanan kesehatan BPJS. Ia menilai setidaknya masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan hak BPJS nya. “Penerima layanan BPJS masih banyak yang tidak tepat sasaran, itu harus di kroscek lagi dan kita wajib menyentil pemerintah dalam kebijakan tersebut. “Jelas Zuhdi.(Bbg)

Komentar