oleh

Zulkifli: Jihad Konstitusi Sebuah Keniscayaan

Kabartoday, Jakarta – Dalam rangka peringatan Hari Pahlawan dan Resolusi Jihad NU untuk mempertahankan Kemerdekaan RI yang berdasar Pancasila dan UUD’45 hadir sejumlah tokoh masyarakat Surabaya, Minggu (10/11) siang di Museum NU Komplek Graha Astranawa, Jl. Gayungsari Surabaya, Jawa Timur dengan acara diskusi publik bertema paling gres saat ini ‘Konsolidasi Tokoh-tokoh Pergerakan Kebangsaan’.

Agenda pokok yang dibahas adalah guna membahas agenda MPR yang akan melakukan amandemen ke 5 UUD’45 palsu pada sidang MPR bulan Maret 2020 mendatang.

Tampak hadir sosok dari kalangan NU yang tidak asing lagi seperti H. Choirul Anam,
Ir.Mustahid Astari, Prof Dr. Daniel M Rosyied,
dr.Zulkifli S Ekomei, Agus Maksum S.Si, Ir. Prihandoyo Kuswanto, dan Advokat M. Taufik Budiman.

BACA JUGA:  Charta Politika: Jokowi Tidak Bisa Dipercaya

“Saya bersyukur acara berlangsung lancar di tengah Hari Pahlawan pada 10 Nopember 2019 ini. Semua yang hadir di sini sepakat untuk menyerukan jihad konstitusi sebagaimana yang pernah terjadi di bumi Surabaya seruan jihad melawan penjajahan. Demokrasi super liberal yang ada saat ini di tanah air merupakan bentuk penjajahan. Bedanya dulu penjajahan dilakukan oleh bangsa asing, namun yang sekarang ini dilakukan oleh bangsa sendiri. “Kata dokter Zulkifli S. Ekomei.

BACA JUGA:  Fakta VS Hoax, Mana Yang Dipercaya

Zulkifli mengakui apa yang dikampanyekan oleh Ki Gendeng Pamungkas dalam slogan kaos dan aneka spanduk yang menghiasi di beberapa titik di kota Bogor tempat ia bermukim, Merdeka dari penjajahan bangsa sendiri adalah benar adanya.

“Saya salut dengan tokoh sekelas KGP yang berjuang sendiri selama puluhan tahun. Sekarang justru seakan terlambat banyak orang bicara tentang pribumi. Pada kemana mereka dulu? “Tutup Zulkifli.[]Hsw

Komentar