oleh

Zulkifli Kritik Tiga Purnawirawan

Kabartoday, Jakarta – Siapa yang tidak kenal dengan dokter Zulkifli S.Komei, sosok unik ini merupakan kawan dari para purnawirawan TNI dan Polri senior, mulai dari Tri Sutrisno hingga Setingkat Bintara pun mengenalnya.

Saat ini ia tengah berjuang dalam kegelisahan. Ia melihat Indonesia di jurang kehancuran. Untuk itu ia menulis surat terbuka. Begini isinya:

Surat Terbuka

Kepada Yth,
1. Jenderal TNI (Purn) A.M.Hendropriyono
2. Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan
3. Jenderal TNI (Purn) Wiranto

Hal: Menagih komitmen sumpah

Dengan hormat,

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, saya, dr.Zulkifli S Ekomei, NIK 3276100105560001, HP 08138136xxxx, setelah memperhatikan dengan seksama kehidupan berbangsa dan bernegara, memberanikan diri menulis surat terbuka ini.

Surat ini saya tujukan kepada Bapak bertiga karena sudah menjadi rahasia umum bahwa bapak bertiga mempunyai akses langsung ke pusat kekuasaan, dan surat terbuka ini saya tembuskan pada beberapa orang yang saya kenal langsung dan tidak saya ragukan intergritasnya pada bangsa dan negara.

BACA JUGA:  Video Teriakan dan Nyanyian Jak Mania Untuk Anies Baswedan

Kondisi negara yang sudah carut marut ini hanya bisa diselamatkan oleh mereka yang terikat sumpah dengan Allah Tuhan Yang Maha Esa dan berkomitmen terhadap sumpahnya, saya sebagai dokter terikat dengan Sumpah Dokter, dan saya sebagai bagian dari Keluarga Besar ABRI tahu persis bahwa bapak bertiga terikat dengan Sumpah Prajurit.

Dalam sumpah bapak bertiga adalah sumpah setia pada Pancasila dan UUD’45, dan inilah hal-hal yang menjadi kegelisahan saya, yaitu :

1). Ketergantungan pada pemilik modal adalah pengingkaran terhadap sila pertama ‘Ketuhanan Yang Maha Esa

2). Kematian 700 orang petugas pelaksana Pemilu dan terbunuhnya 8 anak bangsa pada penyelenggaraan pemilu 2019 adalah pengingkaran terhadap sila ke 2 ‘Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab’

3). Perpecahan anak bangsa akibat penyelenggaraan pemilu 2019 adalah pengingkaran terhadap sila ke 3 ‘Persatuan Indonesia

BACA JUGA:  In Memoriam Ani Yudhoyono: The Journey of Spiritual Being

4). Pemilihan Presiden secara langsung adalah pengingkaran terhadap sila ke 4 ‘Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmah Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan

5). Kepemilikan lahan jutaan hektar oleh salah satu perusahaan swasta sementara banyak petani kita hanya sebagai buruh tani karena tidak mempunyai tanah garapan adalah pengingkaran terhadap sila ke 5 ‘Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Lewat surat terbuka ini saya pribadi, meski saya tahu banyak yang sependapat dengan saya tapi tidak berani mengungkapkannya ‘menagih’ komitmen terhadap sumpah bapak bertiga.

BACA JUGA:  Pasca Tsunami, Bupati Pandeglang Beli Mobil Mewah Seharga Rp 1,9 Miliar

Ada 2 kemungkinan terhadap surat terbuka saya ini. Pertama, bapak bertiga tidak merespon dan menganggap angin lalu, tapi saya yakin bahwa mereka yang saya kirimi tembusan surat terbuka ini pasti membaca dengan serius.

Kedua, kalau surat terbuka ini bapak-bapak sikapi dan sikap itu pasti ditunggu oleh semua yang membaca surat terbuka ini.

Semoga Allah Tuhan Yang Maha Kuasa meridhoi semua langkah untuk menyelamatkan bangsa dan negara yang lahir karena perjuangan para pendahulu kita dan atas berkat rahmat Allah.

Indonesia, 28 Juni 2019,
Hormat saya,
dr. Zulkifli S Ekomei

Tembusan kepada Yth:
1. Jenderal TNI (Purn) Widjojo Sujono
2. Bapak Suko Sudarso
3. Bapak Mustahid Astari
4. Bapak Haryono Kartohadiprojo
5. Sdr. Choirul Anam
6. Sdr. Erry Subroto
7. Sdr. Airvin Hardani

Editor, Hsw/redaksi

Komentar