oleh

Aliansi Jakarta Utara Menggugat Pemkot Soal Kemacetan Akibat Container

Kabartoday, Jakarta – Sedikitnya ada dua puluh satu (21) lembaga maupun organisasi kedaerahan bersatu dan menggugat Pemerintahan Kota Jakarta Utara terkait kemacetan, polusi dan rusaknya jalan akibat lalu lintas truck trailer (container).

Permasalahan tersebut bukan terjadi kali ini saja. Hal itu disampaikan Ketua Lembaga Sukses Jakarta, Anung Mhd.  Saat akan digelarnya rapat Aliansi di Kantor Walikota Jakarta Utara, Jalan Yos Sudarso, Kamis (14/3/2019).

BACA JUGA:  Jalanan Rusak di Kabupaten Tangerang, LKPK Pertanyakan Dana Desa Rp 4,4 Miliar

Lebih lanjut di jelaskan Anung atas keputusan rapat bersama tanggal 28 Desember 2018 lalu menghasilkan delapan (8) poin kesepakatan, yakni;

1). Penertiban dan tindakan zona pool truck trailer dan depo container harus dilaksanakan sesuai Perda tahun 2014 tentang rancangan detail tata ruang dan peraturan zonasi.

2). Akses tol pintu masuk maupun keluar dipercepat pembangunannya.

BACA JUGA:  Petualangan DPO Kasus Narkoba Berakhir Dijeruji Besi Polres Kampar

3). Penurunan harga tarif tol jalur akses pelabuhan tanjung priok.

4). Pemberlakuan jalur khusus truck container di Jakarta Utara.

5). Menindak truck container yang parkir atau ngetem di pinggir jalan.

6). Diberlakukannya jam pembatasan operasional untuk truck container pada jalur tertentu.

7). Penertiban Uji kendaraan bermotor untuk truck container, dan sertifikasi supir truck container.

BACA JUGA:  Bupati Sergai Buka Festival Seni Qasidah (FSQ) XVI Tahun 2019

8). Dibentuknya monitoring system serta evaluasi pelaksanaan agenda kemacetan di Jakarta Utara secara periodik dan terus menerus.

Untuk itu, Anung juga mengatakan Aliansi Jakarta Utara Menggugat ini menjadi perhatian khusus Gubernur DKI Jakarta, Walikota Jakarta Utara, Kepolisian, Dishub dan pihak-pihak terkait.

“Kami siap mendukung berbagai upaya Pemkot Jakut dalam melakukan Implementasi konsep pelaksanaan yang telah kita ajukan. “Ucap Anung.(An/red)

Komentar