oleh

Pengacara Direktur PT TAB Sebut Jaksa Agung Tuding Kliennya

Kabartoday, Jakarta – Pengadilan Negeri Bandung telah memvonis 7 terdakwa kasus dana pinjaman Bank Mandiri ke PT Tirta Amarta Bolting company yang merugikan negara sebesar 1,83 Trilyun rupiah.

Kejaksaan juga telah menetapkan Auditor dari Kantor Akuntan Publik Anwar dan Partner yang berinisial  A menjadi tersangka baru dalam kasus pemberian kredit ke PT Tirta Amarta Bolting company.

Jaksa Agung HM Prasetyo telah membeberkan adanya kejanggalan dan markup dalam pemberian kredit Bank Mandiri.

Menanggapi pernyataan Jaksa Agung HM Prasetyo yang menyebut ada kerugian negara dan penyimpangan dalam Pemberian Kredit Bank Mandiri, Rony Tedy selalu DIrektur Utama PT TAB melalui Kuasa Hukumnya Supryadi SH.,MH., menyangkal asumsi jaksa Agung.

“Menurut kami jaksa Agung dan tim penyidik hanya berasumsi atas terjadinya tindak pidana dalam kasus pemberian kredit bank mandiri ke PT Tirta Amarta Bolting Company, buktinya Majelis Hakim PN Bandung tidak menemukan bukti adanya tindak pidana yang dilakukan Rony Tedi dan 6 terdakwa lainnya. “Ungkap Supryadi kepada wartawan, Rabu (13/3/2019).

BACA JUGA:  Perdamaian Tidak Mencabut Proses Hukum, Kades Sirnajati Cs Harus di Hukum

Dijelaskannya Jika Pihak Kejaksaan Agung ingin mengungkap kasus ini melalui Anwar yang telah dijadikan tersangka dalam pemberian kredit bank mandiri serta segera melakukan proses penuntutan maka dikhawatirkan akan terjadi pemaksaan dan pelanggaran ham yang dilakukan institusi kejaksaan.

“Kalau kejaksaan agung memaksakan melakukan. Proses Penuntutan terhadap Anwar yang merupakan auditor dalam kasus yang sama pemberian kredit bank mandiri kepada PT TAB di khawatirkan terjadi pelanggaran HAM dan kemungkinan besar akan diputus bebas oleh pengadilan, “Jelasnya.

Supryadi mengatakan sebaiknya kejaksaan menunggu putusan mahkamah agung terkait kasasi putusan 7 terdakwa oleh PN Bandung.

“Tunggulah putusan Kasasi dari Mahkamah Agung sebelum melimpahkannya ke pengadilan. “Katanya

Diingatkannya penyidik kejaksaan juga harus membuktikan tuduhan atas sangkaaan Mark up aset PT TAB dan dugaan dana tersebut digunakan tidak sesuai dengan peruntukannya

BACA JUGA:  Dapat Predikat Bank Teraman Dunia, DBS Singapore Kebobolan USD 1.860.000

“Penyidik kejaksaan mempunyai tugas berat dalam membuktikan tuduhan terhadap Anwar yang di duga melakukan Mark up asset PT TAB sehingga Bank Mandiri mengucurkan kredit sebesar 1.4 Triliun rupiah. Pungkasnya

Pihak kejaksaan terus penyidik  Kejaksaan telah menetapkan Anwar seorang akuntan publik sebagai tersangka dan mendalami Keterlibatanya dalam melakukan audit terhadap aset milik PT Tirta Amarta Bolting Company sehingga Bank Mandiri cabang Bandung mengucurkan Kredit 1,4 Triliun rupiah .

Sementara itu Kepala Pusat Penerangan Hukum  kejaksaan Agung DR Mukri SH.,MH., menyatakan Berkaitan dengan Vonis bebas 7 terdakwa pembobol Bank Mandiri, bahwa Kejaksaan tengah melakukan kasasi ke Mahkamah Agung.

“Penyidik Kejaksaan Agung telah mengajukan Kasasi untuk meneliti terhadap Putusan Majelis Hakim PN Bandung. “Ujarnya.

Dia pun menegaskan upaya kasasi ke Mahkamah Agung yang dilakukan pihaknya karena meyakini dalam pemberian kredit tersebut ada korupsinya.

BACA JUGA:  Dua Orang Mata Elang Diamankan Team Pemburu Preman Polres Jakbar

“Kita juga yakin ada kerugian, ada manipulasi dan bukti-bukti fiktif, ada perhitungan tidak benar dan ada perhitungan kerugian negara dari BPK. Kita akan mengkaji ulang hasil perhitungan kerugian negara, Kita yakin dalam perkara ini ada yang tidak benar, banyak yang fiktif, nanti kita bongkar semua, ambil contoh kita lihat tagihan kreditur dalam PKPU perkara TAB jumlah tagihan kreditur menurut pengurus 2,6 triliun, sedangkan menurut konsultan bisnis 4 triliun, ini fakta dalam rapat kreditur hari Selasa (12/2/2019) antara pengurus dan konsultan saja berbeda, nanti kita kaji dan audit lebih mendalam. “tegasnya.

Sebelumnya Pengadilan Tipikor Bandung pada Senin (7/1/2019) memutus bebas tujuh terdakwa kasus korupsi kredit Bank Mandiri ke PT TAB. Dua dari tujuh terdakwa yang divonis bebas yaitu Direktur Utama PT TAB dan pegawainya Juventius.(Op/red)

Komentar