oleh

Siapakah Produsen Penyebar Hoax Terbesar di Indonesia? Ini Ulasannya…

Kabartoday, Jakarta – Masyarakat kembali di buat hampir setengah gila oleh balutan politik tahun ini. Pasalnya, penyebar hoax dan informasi bohong telah menjadi trending topik sejak bergulirnya proses pemilu 2019.

Banyak pihak menduga, kekalahan Jokowi di ujung tanduk, berbagai upaya dan langkah ditempuh tim nya, bahkan ketika Jokowi (Capres 01) mengucapkan kebohongan publik saat debat capres kedua 17 Februari 2019 lalu, Bawaslu dan kepolisian tak bergeming.

Muncul statemen Jokowi yang kembali berubah jati dirinya sebagai Presiden RI beberapa hari setelah debat capres kedua itu dengan mengatakan ‘Kapolri harus tindak tegas pemberi informasi dan penyebar berita bohong alias Hoax.’ lantas publik bertanya, “Bapak sendiri bagaimana?”

Kini, muncul temuan super hebat, masyarakat kembali di buat bingung setelah Pegiat media sosial Mustofa Nahrawardaya menyampaiakan adanya akun @Opposite6890, baik di Twitter maupun Instagram, berhasil membongkar praktik produsen hoax terbesar di Indonesia yang dilakukan oleh oknum-oknum berbaju coklat lewat investigasinya.

BACA JUGA:  LSM Coperlink Kembalikan Fungsi Mushola Batavia Kota Tua

Akun @Opposite6890 itu telah berhasil menemukan satu aplikasi yang diinstall oleh ribuan anggota atau member, yang diketahui belakangan ini sebagian besar anggota kepolisian. Bahkan Mustofa juga membeberkan selain diinstall, aplikasi ini dipakai untuk berkomunikasi mengirimkan postingan-postingan yang semuanya merugikan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02.

“Tidak perlu kita jelaskan dan membuat laporan ke mabes Polri pun mereka sudah tau, karena ini sudah viral. “Kata Mustofa di program TV One kabar petang.

BACA JUGA:  Jaka Marhaen Beberkan Oknum Subdit II Polda Riau Terindikasi Masuk Angin

Mustofa juga telah mempraktekkan di kantornya, dan hasilnya ternyata betul. Melaluo mesin Whois dan DNS lookup, ternyata benar IP address dari aplikasi tersebut bernama My Sambhar, dan ternyata mengarah ke Jalan Trunojoyo.

“Kami telisik melalui akun @Opposite6890, ternyata jumlah IP address banyak sekali, dan kantornya di Jalan Trunojoyo. “Ucapnya lagi.

Diyakini Mustofa, Jalan Trunojoyo yang dimaksud adalah Mabes Polri. Ia juga menjelaskan bahwa @Opposite6890 mendengarkan bocoran dari sumber yang baru saja menjalankan pelatihan, ada kabar 100 polisi di setiap Polres juga di-training untuk gunakan akun @Sambhar, dan setelah di cek ternyata benar terkoneksi ke satu akun @AlumniSambhar.

BACA JUGA:  Yuslan Arief: Nasib Bangsa Selama 5 Tahun Ditentukan Hanya Dengan 5 Menit

“Setelah dibongkar di sosial media, mereka melakukan rename. Dengan gonta-ganti nama. Tapi sudah di-backup oleh akun @Opposite6890. “ujar Mustofa.

Mustofa juga punya alasan kuat terkait IP address nya berada di Jalan Trunojoyo, ia berpendapat akun @AlumniSambhar hanya mem-follow satu orang, yaitu akun Joko Widodo.

“postingan-postingan daru akun itu sangat merugikan 02, ini terpantau loh oleh aplikasi My Sambhar. “Ulasnya.

Mustofa juga meminta Mabes Polri untuk segera cek dsn usut, karena sudah dibongkar oleh @Opposite6890. “Jadi jangan sampai nanti ada istilah penyebaran hoax terstruktur berasal dari praktik kotor seperti ini.”(Op/red)

Komentar