oleh

Von Edison: Debat Capres II, Jokowi Mendongeng dan Cerita Bohong

Kabartoday, Jakarta – Barangkali pihak petahana dan para pendukungnya berbangga kalau jokowi seakan-akan pintar debat. Hal itu dikatakan Von Edison Alouisci saat kabartoday.co.id memintai penilaiannya terkait debat capres kedua yang digelar di Hotel Sultan Jakarta, pada hari Minggu (17/2/2019). Kata Von, Jokowi dengan gayanya seakan-akan dia tahu data, padahal itu Nol besar. “Ucap Von.

Von juga menelisik statemen-statemen Jokowi, bahkan Von sebut Jokowi cerita bohong. “kalau di cermati statemen Jokowi, nyaris semuanya cerita HOACK karena tidak sesuai fakta real. “jelas Von.

Jokowi mengatakan 2018 Indonesia Import jagung hanya 180.000 ton, faktanya menurut data BPS Import jagung sepanjang tahun 2018 mencapai 737,22 ribu ton dengan nilai US$ 150,54 juta. “Itu apa namanya, Jokowi telah lakukan penipuan publik dan membodohi masyarakat Indonesia. Jelas dia udah menipu rakyat. “Caci Von.

Yang kedua kata Von, Jokowi mengatakan total produksi beras Tahun 2018 sebesar 33 juta Ton dan Total Konsumsi 29 juta ton, faktanya data konsumsi beras Nasional 2018 sebesar 33 Juta Ton dan data produksi plus impor sebesar 46,5 juta Ton.

Joko Widodo, Capres Nomor Urut 01

Lebih lanjut Von menngkritisi semua komentar-komentar Jokowi. Bahkan saat Jokowi mengatakan tidak ada konflik untuk pembebasan lahan Infrastuktur dan Pemerintah mengganti untung lahan, bukan ganti rugi, faktanya ada sebanyak 659 kasus konflik lahan pada tahun 2017. Diantaranya pembangunan jalan tol Kuala namu, PLTA Waduk Cirata, Pembangkit Listrik Tenaga Bumi Daratei Mataloko, perluasan lahan Bandara Sultan Hasanudin, Bandar Dominique Edward Osok, Kertajati, dll. Data ini dikutip oleh Jawa pos.

BACA JUGA:  Rocky Gerung: Said Didu Punya 10 Catatan Kebohongan Istana 

Tidak sampai disituh kebohongan Jokowi yang mencoba menggiring opini pembenarannya untuk membohongi publik. Lanjut Von, Jokowi menyatakan telah membangun lebih dari 191.000 KM jalan desa, faktanya sejak Indonesia merdeka, bahkan sejak jaman Presiden sebelumnya telah banyak jalan desa di bangun, dan itu semuanya menggunakan sebagian dari Anggaran APBD dan Swadaya masyarakat, tidak semunya dibangun dari pemerintah pusat.

Von juga meminta Jokowi untuk tidak lagi membulak balikan fakta. Terkait pernyataannya kolam bekas galian tambang sebagian telah di benahi dan dialih-fungsikan, itu Hoax lagi kata Von pada kabartoday.co.id, karena faktanya beberapa tambang timah Bangka banyak yang terabaikan begitu saja bahkan tidak ada proses perbaikan kerusakan karena banyak terpapar bahan kimiawi yang tidak efektip untuk kolam perikanan atau tambak. Ini belum lagi lubang lubang galian di berbagai tempat di indonesia yang terabaikan begitu saja setelah Perusahaan ASING menyedot kekayaan alam Indonesia.

Von menyayangkan komentar-komentar Jokowi banyak kebohongan. Von juga menilai Jokowi mencoba menarik simpatik publik dengan kebhongan-kebohongannya.

Jokowi menyatakan telah berhasil membangun infrastruktur internet jaringan 4G 100 persen di Barat, 100 persen di tengah dan 90 persen di timur, faktanya beberapa desa, kecamatan, kabupaten dan bahkan provinsi di seluruh tanah air sangat banyak tidak bisa mengakses signal 4G.

BACA JUGA:  Pasca Tsunami, Bupati Pandeglang Beli Mobil Mewah Seharga Rp 1,9 Miliar

“Silahkan saja tanya pengguna jejaring sosial seluruh indonesia.Kecebongpun bisa rasakan sendiri kok apalagi kalau LEMOT. “kata Von.

Jokowi boleh mengatakan akses internet sudah sampai ke desa-desa, dan banyak produk pertanian memiliki market place, tetapi faktanya ulas Von datanya mana di seluruh desa di tanah air?Dokumentasi pendataan hasil cek lapangan dimana itu? Lanjut Von, 10% pun Market place online produksi pertanian tidak tercapai.

Kalahnya debat, Jokowi singgung Prabowo memiliki lahan di berbagai tempat Kalimantan dan Aceh. Menurut Von, Jokowi tidak memiliki intelektual dan kecerdasan dalam debat maupun pendataan. “Jokowi telah menyinggung urusan personal Prabowo, itu gak bener Jokowi. “Singkatnya.

Ucapan Jokowi itu, Prabowo sendiri menjawab bahwa itu tanah HGU bukan SHM, memangnya pak Jokowi tidak bisa bedakan yaaa antara HGU dan SHM?

Terkait soal lahan di kalimantan, Wartawan senior nanik s deyang menjelaskan bahwa Prabowo melalui Perusahaannya, PT Kaltim Nusantara Coal (KNC) Memenangkan Perebutan Konsesi Lahan Tambang Batubara Sekitar 10.000 Ha di Kutai Timur.Ini awalnya.

Dari Pihak ASING, yaitu Churchill Mining Plc Asal Inggris yang berhasil di rebut prabowo.

Beberapa kebohongan Jokowi yang disebut Von seperti di negara maju butuh 10-20 tahun untuk memindahkan masyarakat dari mobil ke LRT/MRT, sedangkan faktanya tidak ada penjelasan dari banyak negara menyatakan bahwa dalam kurun 10-20 mereka maju. Hutang Indonesia demikian besar belum tentu mampu di selesaikan cepat dalam waktu singkat, apalagi proyek LRT/MRT tidak bisa di prediksi apakah masih mampu beroperasi normal. Jika mengalami masalah, maka anggaran untuk itu tidak kecil. “Jangan mendongeng pak jokowi. “ujar Von.

BACA JUGA:  KAMAH: Independensi Bawaslu RI Diragukan

Hal yang menggelitik kata Von, pemerintah impor dilakukan untuk cadangan pangan, faktanya kalau overstock, kita punya kelebihan pasokan impor yang tidak efektif, sebab dana itu juga bukan kecil. Dalam hal ini Prabowo benar jika mengatakan kenapa tidak gunakan saja untuk hal lebih untuk memacu pertanian sehingga memimalisir impor?

“Masih ada beberapa poin yang dilontarkan Jokowi tidak sesuai faktanya, apa yang di sampaikam Jokowi bisa di uji kebenaranya oleh pakar pakar politik, ahli ekonomi bahkan rakyat yang memiliki kecerdasan atau justru memang orang yang melihat dan mengalami langsung. “Pinta Von.

Dijelaskan Von, dari uji materi ini maka rakyat tahu jika debat kedua itu, Jokowi malah mengarang cerita, seolah ilmiah dengan bicara data padahal data banyak bohongnya.

“Kesimpulan saya, justru dalam debat ini Jokowi malah kalah mutlak dan bikin malu sendiri saja. Pihak petahana apapun alasan berkelitnya tetap hanya akan membangun statement pembelaan yang tidak relevan, sebab realita lapangan tidak bisa di hindari hanya dengan mengarang dongengan, apalagi banyak pelaku-pelaku nyata yang bisa memberi bantahan sesuai faktanya. “beber Von.(Op/red)

Komentar